- Joko Widodo
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) masih belum mengumumkan nasib pelantikan Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri. Menurut Jokowi, dengan status tersangka Budi Gunawanoleh KPK membuat dirinya harus melakukan hitung-hitungan.
"Ada kalkulasi yang menyangkut politik, hukum, yang semuanya harus dihitung. Kalau masalahnya satu enggak bertumpukan, 1x24 jam bisa saya putuskan," ujar Jokowi saat menggelar jumpa pers di Istana Bogor, Jumat (13/2).
Ketika disinggung pertemuan dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) soal Budi Gunawan, Jokowi mengatakan, "Pertemuan dengan siapa pun jadi pertimbangan baik dengan parpol, baik dengan publik, baik suara-suara masyarakat semua saya dengarkan, baik tokoh-tokoh," kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan akan memutuskan nasib Komjen Budi Gunawan pekan ini. Atau masih ada sisa waktu tiga hari bagi Jokowi untuk menentukan nasib Budi Gunawan.
"Saya selesaikan semuanya minggu depan," kata Jokowi sebelum melakukan kunjungan kerjanya.
Banyak pertimbangan yang menjadi alasan bekas juragan meubel ini tak segera melantik Komjen Budi Gunawan. Salah satunya soal masalah hukum yang harus dihadapi mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu.
Menurut Jokowi, dirinya akan menunggu hasil sidang praperadilan yang diajukan Budi Gunawan lewat kuasa hukumnya. Seperti diketahui sidang praperadilan tersebut menindaklanjuti keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan suap saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Polri dan jabatan lainnya di kepolisian.
Namun saat sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, masih berlangsung sempat tersiar kabar Jokowi batal melantik Budi Gunawan. Sinyal ini berawal dari pernyataan Ketua Tim Independen Buya Syafii Maarif.
Merasa didesak soal kepastian pimpinan korps bayangkara, pihak istana menegaskan Jokowi akan memutuskan nasib Budi Gunawan pekan ini. Menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto waktu pengumuman yang dijanjikan Jokowi tidak akan molor dan tetap dilakukan pekan ini.
"Belum ada arahan baru dari Presiden, kemungkinan tetap akan minggu ini," kata Andi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2).
"Ada kalkulasi yang menyangkut politik, hukum, yang semuanya harus dihitung. Kalau masalahnya satu enggak bertumpukan, 1x24 jam bisa saya putuskan," ujar Jokowi saat menggelar jumpa pers di Istana Bogor, Jumat (13/2).
Ketika disinggung pertemuan dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) soal Budi Gunawan, Jokowi mengatakan, "Pertemuan dengan siapa pun jadi pertimbangan baik dengan parpol, baik dengan publik, baik suara-suara masyarakat semua saya dengarkan, baik tokoh-tokoh," kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan akan memutuskan nasib Komjen Budi Gunawan pekan ini. Atau masih ada sisa waktu tiga hari bagi Jokowi untuk menentukan nasib Budi Gunawan.
"Saya selesaikan semuanya minggu depan," kata Jokowi sebelum melakukan kunjungan kerjanya.
Banyak pertimbangan yang menjadi alasan bekas juragan meubel ini tak segera melantik Komjen Budi Gunawan. Salah satunya soal masalah hukum yang harus dihadapi mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu.
Menurut Jokowi, dirinya akan menunggu hasil sidang praperadilan yang diajukan Budi Gunawan lewat kuasa hukumnya. Seperti diketahui sidang praperadilan tersebut menindaklanjuti keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan suap saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Polri dan jabatan lainnya di kepolisian.
Namun saat sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, masih berlangsung sempat tersiar kabar Jokowi batal melantik Budi Gunawan. Sinyal ini berawal dari pernyataan Ketua Tim Independen Buya Syafii Maarif.
Merasa didesak soal kepastian pimpinan korps bayangkara, pihak istana menegaskan Jokowi akan memutuskan nasib Budi Gunawan pekan ini. Menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto waktu pengumuman yang dijanjikan Jokowi tidak akan molor dan tetap dilakukan pekan ini.
"Belum ada arahan baru dari Presiden, kemungkinan tetap akan minggu ini," kata Andi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2).
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih