Ia menilai Roy sedang memanfaatkan konflik yang terjadi untuk mencari popularitas. Menurut Ahok, apa yang disampaikannya itu berdasarkan fakta saat pertama kali permasalahan itu mencuat, ia dan Roy sudah saling berkomunikasi lewat BBM.
Dalam percakapan itu, Ahok mengaku sudah menjelaskan segala duduk persoalan, dan Roy pun sudah memahaminya. "Sayatunjukin kok dia punya BBM. Kalimatnya jelas bahwa tidak ada masalah. Kita juga sudah damai-damai aja. Dia aja yang cari gara-gara. Emangnya ini sinetron? Kalau kayak infotainment, dia makin demen," kata Ahok, di Balaikota Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Ahok menjelaskan, pada tanggal 9 Juni sekitar pukul 15.00, ia mengirimkan pesan BBM ke Roy. Dalam pesan tersebut, Ahok menjelaskan bahwa ia sama sekali tak pernah menyalahkan Kemenpora terkait belum adanya rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus.
Dalam pesan itu pula, Ahok juga telah menjelaskan kepada Roy bahwa ia sudah menegur jajaran di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) karena lamban dalam mengirimkan sertifikat Taman BMW ke Kemenpora.
"Terus dia (Roy) balas, 'Ya bro, kita saling koreksi saja'," kata Ahok sembari membacakan BBM tertanggal 9 Juni itu. Ahok sendiri menyesali kenapa Roy tak pernah mengungkapkan isi BBM tersebut.
JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menilai Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo tak memahami masalah seputar proyek MRT, terutama menyangkut rencana pembongkaran Stadion Lebak Bulus dan penyediaan lahan stadion pengganti di Taman BMW.
Ia pun menganggap Roy hanya terprovokasi bawahannya. Menurut Ahok, pada tanggal 8 Juni, Roy baru saja tiba di Jakarta setelah berkunjung ke Sabah, Malaysia; dan Halmahera, Maluku Utara.
Sehari berikutnya, Roy mengadakan konferensi pers yang menyomasi Ahok atas pemberitaan di halaman depan harianKompas tertanggal 5 Juni yang berjudul "Proyek MRT Tersandera Pusat".
"Saya tanya ,'Bro, kenapa somasi saya. Saya tidak pernah menyalahkan Kemenpora'. Dia balas, 'Bro saya juga baru pulang dari Sabah dan Halmahera kemarin'. Artinya dia mengaku tidak tahu masalah. Staf hukumnya yang mancing-mancing dia," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Tak hanya itu, Ahok pun menegaskan bahwa sertifikat kepemilikan lahan Taman BMW milik DKI sudah berada di Kemenpora. Atas dasar itulah, Ahok menilai Roy sengaja memanfaatkan konflik saat ini untuk mendongkrak popularitas.
"Aku bilang semakin menteri ngajak gue macam-macam, nasibgue akan jadi presiden. Gue kasih tahu dia," imbuh Ahok.
Perseturuan antara Ahok dan Roy bermula dari surat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang meminta Kemenpora mengeluarkan surat rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk depo MRT. Kemenpora mengatakan akan mengeluarkan rekomendasi asalkan Pemprov menyediakan stadion pengganti.
Pemprov DKI mengklaim telah menyediakan lahan untuk stadion pengganti di kawasan Taman BMW, Sunter, Jakarta Utara. Namun, Kemenpora menuding kepemilikan lahan di lokasi tersebut masih belum jelas karena Pemprov DKI tak bisa menunjukkan sertifikatnya.
Sehari berikutnya, Roy mengadakan konferensi pers yang menyomasi Ahok atas pemberitaan di halaman depan harianKompas tertanggal 5 Juni yang berjudul "Proyek MRT Tersandera Pusat".
"Saya tanya ,'Bro, kenapa somasi saya. Saya tidak pernah menyalahkan Kemenpora'. Dia balas, 'Bro saya juga baru pulang dari Sabah dan Halmahera kemarin'. Artinya dia mengaku tidak tahu masalah. Staf hukumnya yang mancing-mancing dia," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Tak hanya itu, Ahok pun menegaskan bahwa sertifikat kepemilikan lahan Taman BMW milik DKI sudah berada di Kemenpora. Atas dasar itulah, Ahok menilai Roy sengaja memanfaatkan konflik saat ini untuk mendongkrak popularitas.
"Aku bilang semakin menteri ngajak gue macam-macam, nasibgue akan jadi presiden. Gue kasih tahu dia," imbuh Ahok.
Perseturuan antara Ahok dan Roy bermula dari surat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang meminta Kemenpora mengeluarkan surat rekomendasi pembongkaran Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk depo MRT. Kemenpora mengatakan akan mengeluarkan rekomendasi asalkan Pemprov menyediakan stadion pengganti.
Pemprov DKI mengklaim telah menyediakan lahan untuk stadion pengganti di kawasan Taman BMW, Sunter, Jakarta Utara. Namun, Kemenpora menuding kepemilikan lahan di lokasi tersebut masih belum jelas karena Pemprov DKI tak bisa menunjukkan sertifikatnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih