13 January 2015

AirAsia Buka Suara Terkait Data BMKG pada Hari Naas QZ8501

KOMPAS.com/IstimewaPantauan posisi dan ketinggian pesawat yang berada berdekatan dengan pesawat AirAsia berkode penerbangan QZ8501 di sekitar koridor M635 sebelum pesawat ini hilang kontak dan lalu menghilang dari pantauan radar pada Minggu (28/12/2014)


JAKARTA, KOMPAS.com — PT Indonesia AirAsia akhirnya buka suara terkait pengambilan data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari kecelakaan AirAsia QZ8501. Menurut AirAsia, pihaknya selalu menerima e-mail cuaca dari BMKG setiap 6 jam sekali. 

"Proses distribusi untuk laporan cuaca ada dua, yaitu e-mail dan fisik. AirAsia menerima e-mail blast setiap 6 jam sekali dari BMKG. Itu yang kita pakai untuk data penerbangan," kata Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1/2015). 

Lebih lanjut, dia mengatakan, laporan e-mail dari BMKG itu di-print oleh perusahaan, dan kemudian dimasukkan ke paket penerbangan (flight package) pilot. Menurut Sunu, hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh AirAsia. 

"Laporan e-mail ini kami print dan dimasukkan ke flight package.Itu digunakan untuk setiap penerbangan kami sesuai peruntukan, sesuai waktu tersebut," ujar Sunu. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapatkan fakta bahwa AirAsia baru mengambil data cuaca BMKG dalam bentuk fisik pada pukul 07.00 WIB setelah pesawat QZ8501 sudah terbang pada pukul 05.36 WIB. 

"Berdasarkan laporan Kepala BMKG kepada Menteri Perhubungan (Ignasius Jonan), memang AirAsia tidak mengambil data cuaca (dari BMKG di Sidoarjo) sebelum terbang," ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/1/2014).

PT Indonesia AirAsia mengakui ada kelalaian administrasi yang dilakukan manajemannya terkait izin terbang AirAsia QZ8501. Hal tersebut disampaikan AirAsia saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI. 

"Ada kelalaian administrasi dari kami (AirAsia) untuk tidak menyampaikan usulan perubahan ke Direktorat Perhubungan Udara, dan hal ini menjadi koreksi bagi internal kami," ujar Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko, Jakarta, Selasa (13/1/2015). 

Dia menjelaskan, kelalaian tersebut lantaran AirAsia baru sebatas menyampaikan perubahan slot penerbangan ke Kemenhub secara lisan. Belum mendapatkan perubahan izin terbang, AirAsia lantas menyampaikan laporan koreksi slot kepada dinas terkait di Bandara Juanda Surabaya. 

Setelah koordinasi dengan pihak bandara, AirAsia pun terbang pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Padahal, izin terbang yang dikeluarkan Kemenhub adalah Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. 

"Terkait slot, persetujuan dari Direktorat Perhubungan Udara 1,2,4,6 (Senin, Selasa,Kamis, Sabtu). Pada saat itu, izin sudah keluar untuk 1,2,4,6 tapi karena koreksi kami terlambat, kami tetap terbang 1,3,5,7 (sesuai izin terbang summer). Kami sampaikan laporan koreksi itu ke lapangan udara dan dinas terkait," kata Sunu.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih