23 August 2016

TB Hasanuddin: Di internal PDIP 90 persen tidak mencoblos Ahok

Meski sempat memanas, belakangan hubungan PDIP dan bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama kembali mesra. Ahok sapaan Basuki berulang kali mengklaim bakal mendapat dukungan plus Djarot di Pilgub DKI tahun depan.

Akan tetapi, ramai diperbincangkan internal PDIP terpecah belah. Satu kubu menginginkan partai mendukung Ahok. Di sisi lain, menolak PDIP mendukung Ahok dan menginginkan calon lain untuk diusung.

Politikus PDIP TB Hasanuddin memberikan gambaran kondisi di internal partai. Menurutnya, 90 persen kader telah sepakat menolak memilih Ahok menjadi gubernur Jakarta di periode kedua.

"PDI-Perjuangan pada umumnya kader yang punya hak pilih nanti 90 persen mendukung tidak mencoblos Ahok," kata Hasanuddin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

Namun, katanya, para kader yang menolak Ahok akan mengikuti apa pun keputusan yang diambil Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Saya belum tahu. Kami menunggu keputusan ketua umum," tegasnya.

Sejauh ini, PDIP belum mengumumkan jagoan yang bakal diusung ke Pilgub DKI Jakarta. Tradisi di partai berlambang banteng moncong putih itu mendeklarasikan calon di detik terakhir.

Hasanuddin menyebut ada dua kelebihan pihaknya mengumumkan calon di akhir-akhir pendaftaran. Pertama, memantau dinamika dan peta politik yang terus dinamis di tataran parpol dan masyarakat. Dan juga, mengukur kesiapan partai.

"Ada, yang pertama peta politik bisa berubah. Yang kedua kesiapan kita. Tapi kalau di Jakarta tidak memiliki daerah yang luas, artinya jakarta diumumkan bisa langsung bekerja," terangnya.

"Saya kira ibu Mega enggak ragu, tapi ini bagian dari teknik memutuskan, keputusan yang nanti mungkin ada nilai tambahnya," sambung Hasanuddin.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih