Jakarta -PT PLN (Persero) mengajukan usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun kepada Komisi VI DPR. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi dan pembangunan pembangkit listrik.
Direktur Utama PLN Sofyan Basyir menjelaskan, usulan PMN tersebut akan dipakai mendukung pembiayaan investasi infrastruktur kelistrikan perseroan pada tahun 2015.
"Rp 5 triliun akan dipakai untuk membangun tansmisi, saluran distribusi, dan pembangkit di daerah yang belum teraliri listrik," kata Sofyan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2015).
Sofyan mengatakan, PLN akan mengalokasikan investasi di sektor infrastruktur kelistrikan sebesar Rp 62 triliun pada 2015. Dengan masuknya suntikan modal tersebut, akan bisa mengurangi alokasi pinjaman PLN. Apalagi pemerintah menargetkan PLN dapat membangun pembangkit listrik sebanyak 10.000 MW, dalam 5 tahun ke depan.
Di depan Komisi VI, mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tersebut menjamin, akan memakai dana tersebut untuk mendukung infrastruktur kelistrikan.
Untuk memastikan penggunaan suntikan modal berjalan sesuai rencana, Sofyan melakukan berbagai pembenahan di internal PLN.
"Banyak persoalan yang complicated. Tentu bersama dengan itu kita perbaiki dari segi sumberdaya manusia dan sebagainya. Kemudian sistem pengawasan masih jauh. Kami juga ubah struktur organisasi," jelasnya.
Ia juga memastikan, akan bekerja maskimal dengan PMN yang diberikan. Ia berjanji akan menuntaskan persoalan krisis listrik di daerah Sumatera Utara dalam waktu 6 bulan ke depan.
"6 bulan ke depan persoalan Sumut selesai," jelasnya.
Direktur Utama PLN Sofyan Basyir menjelaskan, usulan PMN tersebut akan dipakai mendukung pembiayaan investasi infrastruktur kelistrikan perseroan pada tahun 2015.
"Rp 5 triliun akan dipakai untuk membangun tansmisi, saluran distribusi, dan pembangkit di daerah yang belum teraliri listrik," kata Sofyan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2015).
Sofyan mengatakan, PLN akan mengalokasikan investasi di sektor infrastruktur kelistrikan sebesar Rp 62 triliun pada 2015. Dengan masuknya suntikan modal tersebut, akan bisa mengurangi alokasi pinjaman PLN. Apalagi pemerintah menargetkan PLN dapat membangun pembangkit listrik sebanyak 10.000 MW, dalam 5 tahun ke depan.
Di depan Komisi VI, mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tersebut menjamin, akan memakai dana tersebut untuk mendukung infrastruktur kelistrikan.
Untuk memastikan penggunaan suntikan modal berjalan sesuai rencana, Sofyan melakukan berbagai pembenahan di internal PLN.
"Banyak persoalan yang complicated. Tentu bersama dengan itu kita perbaiki dari segi sumberdaya manusia dan sebagainya. Kemudian sistem pengawasan masih jauh. Kami juga ubah struktur organisasi," jelasnya.
Ia juga memastikan, akan bekerja maskimal dengan PMN yang diberikan. Ia berjanji akan menuntaskan persoalan krisis listrik di daerah Sumatera Utara dalam waktu 6 bulan ke depan.
"6 bulan ke depan persoalan Sumut selesai," jelasnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih