25 February 2015

Jokowi ajak Djarot, Aher dan Pakde Karwo benahi transportasi massal

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan rapat terbatas dengan sejumlah kepala daerah. Tampak beberapa kepala daerah yang hadir antara lai Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo).

Djarot mengatakan, agenda rapat bersama Presiden Jokowi akan membahas persoalan transportasi massal di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"MRT, ada monorel, termasuk juga Busway, yang bagaimanapun transportasi juga melibatkan tak hanya DKI, tapi juga Jawa Barat, Banten," kata Djarot kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/2).

Masing-masing kepala daerah, kata Djarot, akan melaporkan kondisi transportasi massal di wilayahnya. Untuk Jakarta, kata Djarot, akan dibahas soal KRL dan kereta api yang menjadi bahasan tersendiri lantaran dianggap penting.

"Kemudian KRL, kereta api dari Batu Ceper ke Manggarai, sehingga ada kita bicarakan supaya sinergi. Kita bicarakan tentu bagaimana mengurai trafik di DKI sangat terkait dengan 3 provinsi ini. Dan bagaimana mensinergikan, bagaimana kebijakan tak sepotong-potong, tak berdasarkan kewilayahan hanya DKI saja. Minimal 3 provinsi ini," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa dirinya akan melaporkan mengenai transportasi massal di wilayahnya. Pemerintah Jawa Barat juga mengusulkan rencana pembangunan monorel, kereta api dan moda transportasi massal lainnya.

"Ada usulan seperti apa namanya BRT, Bus Rapid Transit. Kemudian monorel kita usulkan, kereta api antar kawasan, dari Bandung Timur, Bandung Barat Bandung Utara dan Selatan," kata Aher.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan rapat terbatas dengan sejumlah kepala daerah seperti DKI Jakarta, Bandung dan Jawa Timur. Adapun agenda yang dibahas adalah mengenai pembangunan transportasi massal.

"Kita bicara soal transportasi massal utamanya di Jakarta, dan daerah sekitar, Tangerang, Depok, dan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Bandung. Yang kalau kita lihat dalam kesehariannya sudah mengalami kemacetan," kata Jokowi dalam sambutan pembukanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/2).

Menurut Jokowi, sudah banyak rencana-rencana yang sudah masuk dan diberikan kepadanya. Rencana tersebut bila tidak segera diputuskan akan mengalami keterlambatan dalam hal mengantisipasi kemacetan.

"Misalnya, MRT sudah 24 tahun tidak diputuskan. Kemudian yang Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang saya kira dalam rencana sudah ada. Di Surabaya monorail juga sudah. Di Bandung juga sudah. Kalau ini tidak segera diputus, kita hanya punya rencana tapi barangnya tidak akan pernah kita lihat," jelas Jokowi.

Maka dari itu, lanjut Jokowi, menjadi sangat penting pembangunan transportasi massal segera diwujudkan.
Sehingga, kata dia, perlu adanya kerja sama yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah.

"Tentu saja ini kerja sama pusat, daerah dan kita harapkan betul-betul ini sebuah visi ke depan. Untuk sistem transportasi yang baik," tutupnya.

Selanjutnya, Jokowi mempersilakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat untuk menyampaikan laporannya. Kemudian diteruskan Gubernur Jawa Barat ahmad Heryawan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih