JAKARTA, KOMPAS.com - Minuman keras atau miras oplosan masih marak beredar di Ibu Kota DKI Jakarta. Banyak pedagang miras oplosan eceran yang ditertibkan, tetapi jarang menyentuh pabrik pembuatnya.
Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, untuk menertibkan masalah miras oplosan maka perlu mematikan pusat produksinya.
"Kalau kita mau telusuri, cari sumbernya. Mana pabriknya dan gerebek pabriknya, matikan pabriknya. Jangan hanya pengecernya," kata Djarot, ketika ditemui di Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2015).
Djarot menampik kalau Satpol PP tidak dapat menindak. Tetapi, lanjutnya, memang perlu melibatkan aparat hukum seperti kepolisian. Sebab, Satpol PP hanya bergerak sebatas perda. Masalah miras oplosan, menurut dia, sudah masuk ranah hukum.
"Ketika melanggar peraturan hukum atau pemerintah, itu ranah kepolisian dong. Maka itu dibutuhkan operasi gabungan kerja sama dengan Satpol PP dan kepolisian," ujar Djarot.
Di mana pabrik miras tersebut, Djarot menyatakan, perlu dicari tahu. Apakah pabrik miras oplosannya ada di Jakarta atau justru di luar Ibu Kota.
"Di Jakarta maka akan kita sikat. Atau pabriknya di luar Jakarta, di Jawa Barat, Banten, atau mana. Itu tanggung jawab dari sana. Masa Satpol PP kita ke Bandung, ke Banten, enggak mungkin," selorohnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih