02 February 2015

Abraham Samad: KPK Tidak Ada Niat Sok di Atas Hukum

Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menjawab sejumlah tudingan miring terkait aksi lembaganya yang dituduh bermuatan politis. Dia menjamin semua penanganan perkara yang disidik oleh KPK murni tindakan hukum.

"KPK sama sekali tidak ada niat untuk sok berada di atas hukum," kata Samad saat menggelar konferensi Pers di gedung KPK, jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015). 

Sebaliknya dia menyebut aksi pelaporan empat pimpinan KPK yakni; Bambang Widjojanto, Zulkarnaen, Adnan Pandu Pradja, dan dirinya sendiri adalah upaya kriminalisasi. "Sangat sulit dibantah itu (laporan ke polisi) erat kaitannya dengan BG sebagai tersangka," kata Abraham.

Pada Minggu (25/1/2015) lalu Presiden Jokowi meminta KPK dan Kepolisian RI yang saat ini berkonflik untuk menjaga wibawa masing-masing. Presiden meminta keduanya tidak boleh bertindak semena-mena dengan mengatasnamakan hukum.

"KPK dan Polri harus bahu membahu bekerjasama memberantas korupsi. Biarkan KPK bekerja, biarkan Polri bekerja, dan semuanya tidak boleh merasa sok di atas hukum," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Minggu (25/1/2015) malam.

Ketua KPK Abraham Samad membantah foto mesra bersama seorang perempuan yang baru saja beredar adalah benar dirinya. Ia menyatakan tim forensik KPK telah menemukan bahwa foto-foto tersebut adalah hasil rekayasa.

"Mengenai foto-foto saya dengan seorang perempuan, sekali lagi itu rekayasa," ujar Samad di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (2/2/2015).

Samad pun lantas menunjukkan bukti hasil rekayasa yang telah ditemukan oleh tim forensik KPK. Ia menegaskan bahwa ia datang dari keluarga baik-baik yang menjunjung tinggi moral.

"Saya adalah laki-laki yang dibesarkan oleh keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, baik dari pergaulan maupun lingkungan keluarga," kata Samad.

"Tim forensik KPK sudah meneliti lebih jauh, sudah berhasil diidentifikasi. Foto-foto ini adalah rekayasa," sambungnya.

Sebelumnya Samad juga sempat 'diserang' dengan munculnya foto-foto yang mirip dirinya tengah bermesraan dengan seorang wanita yang mirip dengan Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira. Ada 7 foto yang beredar di mana keduanta tampak tengah berciuman, berpelukan, dan bermesraan.

Ketua KPK Abraham Samad mengklarifikasi foto-foto palsu yang tersebar di media sosial. Samad membantah karena foto itu bukanlah dirinya. Dalam foto itu, diketahui ada seorang pria berotot merangkul wanita di tempat tidur.

"Sedangkan tangan saya ini tidak berotot," ujar Abraham sambil menunjukkan foto tersebut di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015).

Samad yakin foto itu adalah hasil rekayasa. Dia sudah meminta tim forensik KPK untuk memeriksa foto tersebut. Hasilnya, foto itu adalah editan belaka.

"Tim ahli sudah berhasil identifikasi dan foto ini hasil rekayasa," ujarnya.

Ketua KPK Abraham Samad membantah foto mesra bersama seorang perempuan yang baru saja beredar adalah benar dirinya. Ia menyatakan tim forensik KPK telah menemukan bahwa foto-foto tersebut adalah hasil rekayasa.

"Mengenai foto-foto saya dengan seorang perempuan, sekali lagi itu rekayasa," ujar Samad di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (2/2/2015).

Samad pun lantas menunjukkan bukti hasil rekayasa yang telah ditemukan oleh tim forensik KPK. Ia menegaskan bahwa ia datang dari keluarga baik-baik yang menjunjung tinggi moral.

"Saya adalah laki-laki yang dibesarkan oleh keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, baik dari pergaulan maupun lingkungan keluarga," kata Samad.

"Tim forensik KPK sudah meneliti lebih jauh, sudah berhasil diidentifikasi. Foto-foto ini adalah rekayasa," sambungnya.

Sebelumnya Samad juga sempat 'diserang' dengan munculnya foto-foto yang mirip dirinya tengah bermesraan dengan seorang wanita yang mirip dengan Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira. Ada 7 foto yang beredar di mana keduanta tampak tengah berciuman, berpelukan, dan bermesraan.

Ketua KPK Abraham Samad angkat bicara mengenai adanya pelaporan dirinya pernah bertemu dengan anak seorang petinggi TNI, terkait dengan upaya untuk mempromosikan diri sebagai cawapres Joko Widodo. 

"Mengenai adanya foto saya dnegan anak seorang purnawirawan. Jadi begini, selama saya menjadi ketua KPK. Saya sering sekali diajak foto bersama," ujar Samad dalam konferensi pers di kantornya, Senin (2/2/105).

Namun Samad tidak menyinggung lebih jauh mengenai pertemuannya dengan anak purnawirawan TNI itu. Dia hanya menjawab normatif mengenai seringnya dia diajak foto bersama.

"Bahkan ketika saya di pesawat, saya sering sekali diajak selfie dan saya sulit untuk menolaknya," kata Samad.

Sebelumnya diberitakan, anggota Divisi Hukum PDIP Arteria Dahlan menyebut Samad pernah bertemu dengan seorang anak petinggi TNI berinsial RNH. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Hendropriyono di daerah Patal Senayan, Jakarta, itu digelar menjelang penentuan cawapres Jokowi.

Untuk membuktikan ucapannya, Arteria menunjukkan foto pertemuan itu. Dalam dua foto yang diprint di selembar kertas, terlihat Abraham Samad yang memakai kemeja lengan panjang warna biru sedang berfoto bersama seorang pria yang mengenakan batik warna cokelat. Pria berbatik cokelat itu yang disebut Arteria berinisial RNH.

Ketua KPK Abaraham Samad mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang berkaitan dengan dirinya. Salah satunya klarifikasi terkait dengan dugaan pertemuan dengan sejumlah elite PDIP menjelang Pilpres 2014. 

Samad mengaku tidak ada inisiatif untuk mencalonkan diri di Pilpres. Akan tetapi dia tidak membantah jika dirinya pernah digadang-gadang menjadi calon wakil presiden.

"berkaitan dengan pertemuan saya dengan sejumlah pihak dapat saya sampaikan bahwa dalam menjalankan tugas saya sebagai ketua KPK. Tidak dapat dihindari adanya pertemuan saya dengan para politisi, sejumlah elit politik, baik dalam kegiatan formal maupun informal," ujar Samad, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015) pukul 19.15 WIB. Samad didampingi oleh Deputi Pencegahan KPK Johan Budi.

"Saya tidak membantah bahwa nama saya sempat digadang-gadang sebagai calon wakil presiden. Namun sama sekali tidak ada inisiatif dari saya untuk mencalonkan diri. Saya sama sekali tidak pernah menjanjikan atau membantu penanganan salah satu kasus yang sedang ditangani KPK," lanjutnya.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih