JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku tak mau ikut campur dalam proses pemilihan wakil gubernur DKI yang baru. Menurut dia, penentuan calon yang nantinya akan diusung merupakan kewenangan partai.
"Saya enggak mau ikut-ikutan. Kan itu urusan partai. Tanya ke partai. Karena yang mengajukan harus dari partai, dari PDI Perjuangan. Kok tanyakan ke saya," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Senin (1/9/2014).
Mengenai nama-nama yang saat ini banyak beredar, Jokowi pun enggan menanggapi. Dia menganggap bahwa hanya Wakil Gubernur Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama yang berhak menilai orang yang cocok dengannya.
"Tanyakan ke Pak Ahok, yang make bukan saya. Yang make kan Pak Ahok, kok ditanyain ke saya," ujar mantan Wali Kota Surakarta itu.
Seperti diketahui, saat ini Gubernur Jokowi sudah berstatus sebagai presiden terpilih. Ia direncanakan akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Dengan demikian, ia sudah harus mengundurkan diri dari jabatannya sebelum tanggal tersebut.
Apabila Jokowi mengundurkan diri, Ahok sebagai Wagub DKI secara otomatis akan naik jabatan menjadi gubernur. Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Ahok, PDI-P dan Gerindra akan diminta menyepakati dua nama untuk dimajukan sebagai cawagub DKI. Nantinya, proses pemilihan akan dilakukan oleh semua anggota DPRD.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih