
Jakarta - Ratusan santri di Purwakarta menuntut PKS memecat Fahri Hamzah karena kicauan Wasekjen PKS ini dinilai sudah menghina kaum santri. PKS mengaku masih menunggu keputusan Bawaslu sebelum menjatuhkan sanksi.
"Belum (ada sanksi pemecatan). Kita tunggu proses Bawaslu saja," kata Juru Bicara PKS Mardani Alisera ketika dihubungi, Rabu (2/7/2014).
Mardani menuturkan bahwa keputusan Bawaslu menjadi pertimbangan apakah Fahri akan dipecat atau tidak. Hingga saat ini, PKS tetap membela Fahri.
"Itu (keputusan Bawaslu) jadi pertimbangan. Sekarang kan Fahri sedang menjalankan tugas. Kalau di kami, kesalahan ada kesalahan operasional, ada kesalahan sistemik. Kemungkinan, tidak mungkin kesalahan sistemik," ujarnya.
"Fahri kader terbaik PKS," bela Mardani.
Sebelumnya, ratusan santri di Purwakarta, Jawa Barat, menggelar demonstrasi mengecam kicauan janji Jokowi 'sinting' yang dilempar Fahri Hamzah. Para santri juga meminta PKS memberikan sanksi. Sebagai partai Islam seharusnya PKS lebih toleran terhadap kalangan santri.
"Meminta PKS memecat kadernya yang memang anti santri dan anti pesantren. Fahri bagian dari reformasi tapi menyakiti kelompok lain, para santri merasa ini sudah kelewat batas," kata koordinator Aliansi Santri Purwakarta, Adhe Musa Said kepada detikcom, Rabu (2/7/2014).
Melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40 WIB, Fahri berkicau "Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!". Kicauan Fahri itu menanggapi janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, agar menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri nasional.
Gara-gara hal ini Timses Jokowi-JK melaporkan Fahri ke Bawaslu, dan kini pengawas Pemilu bersiap memanggil Fahri dalam waktu dekat. Seiring laporan ke Bawaslu, kontroversi terhadap pernyataan Fahri ini juga kian meluas. Tak hanya di Purwakarta, kabarnya santri dari berbagai daerah bakal demo terkait hal ini.
"Belum (ada sanksi pemecatan). Kita tunggu proses Bawaslu saja," kata Juru Bicara PKS Mardani Alisera ketika dihubungi, Rabu (2/7/2014).
Mardani menuturkan bahwa keputusan Bawaslu menjadi pertimbangan apakah Fahri akan dipecat atau tidak. Hingga saat ini, PKS tetap membela Fahri.
"Itu (keputusan Bawaslu) jadi pertimbangan. Sekarang kan Fahri sedang menjalankan tugas. Kalau di kami, kesalahan ada kesalahan operasional, ada kesalahan sistemik. Kemungkinan, tidak mungkin kesalahan sistemik," ujarnya.
"Fahri kader terbaik PKS," bela Mardani.
Sebelumnya, ratusan santri di Purwakarta, Jawa Barat, menggelar demonstrasi mengecam kicauan janji Jokowi 'sinting' yang dilempar Fahri Hamzah. Para santri juga meminta PKS memberikan sanksi. Sebagai partai Islam seharusnya PKS lebih toleran terhadap kalangan santri.
"Meminta PKS memecat kadernya yang memang anti santri dan anti pesantren. Fahri bagian dari reformasi tapi menyakiti kelompok lain, para santri merasa ini sudah kelewat batas," kata koordinator Aliansi Santri Purwakarta, Adhe Musa Said kepada detikcom, Rabu (2/7/2014).
Melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40 WIB, Fahri berkicau "Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!". Kicauan Fahri itu menanggapi janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, agar menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri nasional.
Gara-gara hal ini Timses Jokowi-JK melaporkan Fahri ke Bawaslu, dan kini pengawas Pemilu bersiap memanggil Fahri dalam waktu dekat. Seiring laporan ke Bawaslu, kontroversi terhadap pernyataan Fahri ini juga kian meluas. Tak hanya di Purwakarta, kabarnya santri dari berbagai daerah bakal demo terkait hal ini.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih