"Untuk pembinaan," jelas Kasat Reskrim Polres Jaksel Indra Fadilah Siregar saat dikonfirmasi, Rabu (2/7/2014).
Arfiand menghembuskan nafasnya pada 22 Juni lalu setelah menjalani proses inisiasi pecinta alam di Tangkuban Perahu, Jabar. Hasil visum ada luka lebam di tubuh korban.
Setelah pemeriksaan, polisi mengamankan 5 siswa. Mereka ditahan sejak Minggu (29/7). Kini para tersangka dititipkan di Rutan Pondok Bambu dan Rutan Salemba.
"Mereka masih sekolah semua," tutup Indra.
5 Tersangka Memukul, Menendang dan Menampar Afriand
Jakarta - Selama 3 hari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam di Tangkuban Perahu, Afriand Caesary (16), siswa kelas 1 SMAN 3 Jakarta kerap mendapat kekerasan fisik dari 5 tersangka. Penganiayaan itu berupa pukulan hingga tendangan.
"Ada yang menampar, memukul, menendang. Ada juga yang menjatuhkan ransel untuk naik gunung yang besar itu ke badan korban," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Indra Fadilah Siregar, kepada detikcom, Rabu (2/7/2014).
Indra mengatakan, saat mendapat penganiayaan fisik itu, kondisi kesehatan korban sedang tidak vit.
"Korban sudah mengatakan kalau dia sakit, tetapi mereka tetap main hajar saja," imbuhnya.
Selanjutnya, Indra mengungkapkan, para tersangka tetap membantah melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Para tersangka beralasan, hal itu merupakan bentuk pembinaan fisik terhadap para peserta agar kuat.
"Ada kegiatan-kegiatan yang berupa pembinaan fisik, tetapi diselingi dengan penganiayaan. Menurut mereka itu hukuman bagi para peserta yang melakukan kesalahan," paparnya.
Sementara itu, Indra menambahkan, kelima tersangka yang masih duduk di bangku kelas 2 itu posisinya dalam kegiatan itu adalah sebagai operasional lapangan. Operasional lapangan ini bertugas memberikan pembinaan fisik dan ketahanan para peserta.
"Ada yang menampar, memukul, menendang. Ada juga yang menjatuhkan ransel untuk naik gunung yang besar itu ke badan korban," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Indra Fadilah Siregar, kepada detikcom, Rabu (2/7/2014).
Indra mengatakan, saat mendapat penganiayaan fisik itu, kondisi kesehatan korban sedang tidak vit.
"Korban sudah mengatakan kalau dia sakit, tetapi mereka tetap main hajar saja," imbuhnya.
Selanjutnya, Indra mengungkapkan, para tersangka tetap membantah melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Para tersangka beralasan, hal itu merupakan bentuk pembinaan fisik terhadap para peserta agar kuat.
"Ada kegiatan-kegiatan yang berupa pembinaan fisik, tetapi diselingi dengan penganiayaan. Menurut mereka itu hukuman bagi para peserta yang melakukan kesalahan," paparnya.
Sementara itu, Indra menambahkan, kelima tersangka yang masih duduk di bangku kelas 2 itu posisinya dalam kegiatan itu adalah sebagai operasional lapangan. Operasional lapangan ini bertugas memberikan pembinaan fisik dan ketahanan para peserta.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih