JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, ke depannya, tak boleh ada lagi pengotak-ngotakan siswa berdasarkan nilai di sekolah-sekolah negeri. Sebab, sistem tersebut kurang adil bagi siswa-siswa yang berasal dari keluarga berekonomi lemah.
Basuki mengatakan, anak-anak yang berasal dari ekonomi lemah akan susah mendapatkan nilai yang baik karena situasi yang mereka hadapi, seperti asupan makanan, kondisi fisik rumah, ditambah dengan tidak adanya materi tambahan dari lembaga kursus.
"Jadi, kita tidak boleh lebih kapitalis dari negara kapitalis. Kalau dites pakai nilai, yang masuk sekolah unggulan akan orang kaya semua, dan orang yang tidak mampu cuma dapat sekolah yang jauh," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Karena itu, ia ingin setiap sekolah di Jakarta menyediakan jatah sebesar 45 persen untuk warga sekitar sekolah. Sistem rayonisasi tersebut bertujuan tidak hanya untuk pemerataan siswa, tetapi juga efektif untuk mengurangi kemacetan.
"Jadi, walaupun nilainya rendah dan pas-pasan, tapi dia tinggal di kawasan sekitar lokasi sekolah negeri terbaik, dia tetap bisa sekolah di situ," ujar Basuki.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih