(Merdeka.com)
Adanya oknum pegawai Staf Kesektariatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berinisial D yang meminta pungutan liar kepada pihak Yayasan Rumah Sakit Jakarta rupanya telah diketahui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Jokowi menegaskan jika tidak ada pungli yang dilakukan pegawainya di lingkungan pemerintahannya. "Saya sudah terima laporannya. Pungutan seperti itu tidak ada," ujar dia yang ditemui di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (6/11).
Jokowi mengaku memang saat ini belum dapat menghadiri undangan-undangan yang diberikan kepadanya. Alasannya, undangan tersebut sangat banyak dan berbenturan dengan agenda lain di lapangan.
"Sehari undangan bisa 30-40 undangan, gimana cara menghadiri semuanya. Satu hari, undangan bisa dari pagi sampai malam," kata dia.
Jokowi telah memerintahkan anak buahnya mengkonfimasi laporan itu terhadap pihak Yayasan RS Jakarta. Dia meminta kepada Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri Heru Budi Hartanto untuk mengkonfirmasi informasi tersebut.
"Saya sudah suruh orang ke sana buat konfirmasi. Tanya saja ke Pak Heru (Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri, red)," jelas dia.
Jokowi menambahkan mekanisme pengundangan dirinya dalam suatu acara tidak berbelit dan simple. Undangan yang masuk ke Sekretariat Daerah itu nantinya akan dicek ulang lalu ditentukan.
"Simple kok, undang dan kita cek yang belum pernah dihadiri. Nanti kita tentukan mana yang prioritas," pungkas dia.
Jokowi menegaskan jika tidak ada pungli yang dilakukan pegawainya di lingkungan pemerintahannya. "Saya sudah terima laporannya. Pungutan seperti itu tidak ada," ujar dia yang ditemui di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (6/11).
Jokowi mengaku memang saat ini belum dapat menghadiri undangan-undangan yang diberikan kepadanya. Alasannya, undangan tersebut sangat banyak dan berbenturan dengan agenda lain di lapangan.
"Sehari undangan bisa 30-40 undangan, gimana cara menghadiri semuanya. Satu hari, undangan bisa dari pagi sampai malam," kata dia.
Jokowi telah memerintahkan anak buahnya mengkonfimasi laporan itu terhadap pihak Yayasan RS Jakarta. Dia meminta kepada Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri Heru Budi Hartanto untuk mengkonfirmasi informasi tersebut.
"Saya sudah suruh orang ke sana buat konfirmasi. Tanya saja ke Pak Heru (Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri, red)," jelas dia.
Jokowi menambahkan mekanisme pengundangan dirinya dalam suatu acara tidak berbelit dan simple. Undangan yang masuk ke Sekretariat Daerah itu nantinya akan dicek ulang lalu ditentukan.
"Simple kok, undang dan kita cek yang belum pernah dihadiri. Nanti kita tentukan mana yang prioritas," pungkas dia.
[war]
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih