11 November 2013

Ahok: Mati adalah keuntungan bagi kami dalam melaksanakan tugas ini

Sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikenal sangat tegas, keras, dan berani bertindak dalam menjalankan tugas. Bersih, transparan dan profesional, adalah sikap yang dipegang Ahok ketika terjun ke dunia politik hingga menduduki jabatan di eksekutif.


Kami disumpah dengan kitab suci. Ini yang membuat kami bangga melaksanakan tugas ini. Makanya, mati pun saya rela. Karena mati adalah keuntungan bagi kami dalam melaksanakan tugas ini,” tegasnya, Jumat (8/11/2013) malam.

Gebrakan dilakukan Ahok saat mengawali tugasnya menjadi orang kedua di DKI Jakarta, adalah menyiarkan rapat-rapat dengan dinas melalui jaringan youtube. Dia pun memangkas anggaran dinas agar lebih efisien dan tepat sasaran. Selanjutnya, anggaran dinas terkait dipublikasikan, sehingga publik bisa ikut mengawasi.

Untuk mewujudkan penyelenggara negara yang bersih, bersama Gubernur Joko Widodo, menginisiasi lelang jabatan camat dan lurah. Semua itu dilakukan demi tekad memperbaiki kehidupan warga Jakarta, serta kondisi ibu kota menjadi lebih baik.

“Kalau dompet rakyat sudah penuh, artinya dia tidak miskin lagi, lalu otaknya juga penuh yang artinya mudah mencapai akses pendidikan setinggi-tingginya, dan perut rakyat penuh tidak kelaparan, maka peluang korupsi semakin kecil di Jakarta ini,” ujar pria kelahiran 29 Juni 1966 itu.

Ahok yang belum lama ini menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award ini mengatakan, salah satu persoalan besar dalam bangsa Indonesia adalah masalah kepercayaan, khususnya kepada pejabat publik, akibat penyakit korupsi. Padahal, masih banyak pejabat yang kinerjanya bersih dan jujur.

“Sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pengelolaan keuangan daerah ke depan harus lebih baik. Saya yakin, kalau korupsi bisa diatasi dengan sistem yang baik, negara ini bisa maju, sehingga tidak ada lagi anggaran siluman atau korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Kalau masih nekat tahun depan, akan saya jebloskan ke penjara. Kami betul-betul sedang kejar tayang. Karena kita mau selesaikan secepat mungkin,” tandasnya.

Transparansi Suami Veronica Tan ini menyatakan begitu masuk ke dalam birokrasi Pemprov DKI Jakarta, dia melihat begitu banyak yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah menciptakan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pengelolaan keuangan daerah yang transparan.

Dia menegaskan, tidak suka dipermainkan. Terbukti dia sangat marah saat melihat anggaran yang dicoret muncul kembali dalam APBD 2013. Baginya tindakan tersebut merupakan penistaan terhadap pengabdiannya kepada warga Jakarta.

Ada anggaran yang dicoret tapi dimunculkan lagi. Kalau tidak marah, saya tidak manusia lagi. Uang rakyat dicuri seenaknya. Kita tidak diminta untuk mengorbankan nyawa, atau mencucurkan darah untuk Republik ini. Kita hanya diminta untuk tidak korupsi. Tidak susah sebetulnya,” tandasnya.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, bila ada pejabat Pemprov DKI Jakarta masih main-main dengan anggaran, mereka langsung diberikan hukuman yang paling berat. Baginya, sudah cukup memberikan waktu kepada seluruh pejabat di DKI Jakarta untuk menyesuaikan diri dengan cara kepemimpinan Jokowi-Basuki selama satu tahun ini.


Dia mengakui, banyak menghadapi perlawanan baik dari internal maupun eksternal. Tetapi dia tidak gentar menghadapinya, justru sebaliknya semakin bersemangat. “Kalau tidak ada perlawanan, saya tidak semangat hidup. Saya paling suka kalau ada yang mau main-main. Karena saya masuk ke politik untuk ribut sebetulnya. Memang saya tidak berharap disukai orang, tetapi saya buktikan dengan kerja.  Walaupun orang politik, saya tidak peduli politik,” tegasnya. [B1/A-17]

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih