Sosok Wakil Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikenal sangat tegas, keras, dan berani
bertindak dalam menjalankan tugas. Bersih, transparan dan profesional, adalah
sikap yang dipegang Ahok ketika terjun ke dunia politik hingga menduduki
jabatan di eksekutif.
“Kami disumpah dengan kitab suci. Ini yang membuat kami bangga melaksanakan
tugas ini. Makanya, mati pun saya rela. Karena
mati adalah keuntungan bagi kami dalam melaksanakan tugas ini,”
tegasnya, Jumat (8/11/2013) malam.
Gebrakan dilakukan Ahok
saat mengawali tugasnya menjadi orang kedua di DKI Jakarta, adalah menyiarkan
rapat-rapat dengan dinas melalui jaringan youtube. Dia pun memangkas anggaran
dinas agar lebih efisien dan tepat sasaran. Selanjutnya, anggaran dinas terkait
dipublikasikan, sehingga publik bisa ikut mengawasi.
Untuk mewujudkan penyelenggara
negara yang bersih, bersama Gubernur Joko Widodo, menginisiasi lelang jabatan camat
dan lurah. Semua itu dilakukan demi tekad memperbaiki kehidupan warga Jakarta,
serta kondisi ibu kota menjadi lebih baik.
“Kalau dompet rakyat sudah
penuh, artinya dia tidak miskin lagi, lalu otaknya juga penuh yang artinya
mudah mencapai akses pendidikan setinggi-tingginya, dan perut rakyat penuh
tidak kelaparan, maka peluang korupsi semakin kecil di Jakarta ini,” ujar pria
kelahiran 29 Juni 1966 itu.
Ahok yang belum lama
ini menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award ini mengatakan,
salah satu persoalan besar dalam bangsa Indonesia adalah masalah kepercayaan, khususnya
kepada pejabat publik, akibat penyakit korupsi. Padahal, masih banyak pejabat
yang kinerjanya bersih dan jujur.
“Sistem penyelenggaraan
pemerintahan daerah dan pengelolaan keuangan daerah ke depan harus lebih baik.
Saya yakin, kalau korupsi bisa diatasi dengan sistem yang baik, negara ini bisa
maju, sehingga tidak ada lagi anggaran siluman atau korupsi dalam pengadaan
barang dan jasa. Kalau masih nekat tahun depan, akan saya jebloskan ke penjara.
Kami betul-betul sedang kejar tayang. Karena kita mau selesaikan secepat mungkin,”
tandasnya.
Transparansi Suami
Veronica Tan ini menyatakan begitu masuk ke dalam birokrasi Pemprov DKI Jakarta,
dia melihat begitu banyak yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah
menciptakan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pengelolaan keuangan daerah
yang transparan.
Dia menegaskan, tidak suka
dipermainkan. Terbukti dia sangat marah saat melihat anggaran yang dicoret
muncul kembali dalam APBD 2013. Baginya tindakan tersebut merupakan penistaan
terhadap pengabdiannya kepada warga Jakarta.
“Ada anggaran yang dicoret tapi
dimunculkan lagi. Kalau tidak marah, saya tidak manusia lagi. Uang rakyat
dicuri seenaknya. Kita tidak diminta untuk mengorbankan nyawa, atau mencucurkan
darah untuk Republik ini. Kita hanya diminta untuk tidak korupsi. Tidak susah
sebetulnya,” tandasnya.
Mantan anggota DPR RI ini
menegaskan, bila ada pejabat Pemprov DKI Jakarta masih main-main dengan anggaran,
mereka langsung diberikan hukuman yang paling berat. Baginya, sudah cukup memberikan
waktu kepada seluruh pejabat di DKI Jakarta untuk menyesuaikan diri dengan cara
kepemimpinan Jokowi-Basuki selama satu tahun ini.
Dia mengakui, banyak menghadapi
perlawanan baik dari internal maupun eksternal. Tetapi dia tidak gentar
menghadapinya, justru sebaliknya semakin bersemangat. “Kalau tidak ada perlawanan,
saya tidak semangat hidup. Saya paling suka kalau ada yang mau main-main.
Karena saya masuk ke politik untuk ribut sebetulnya. Memang saya tidak berharap
disukai orang, tetapi saya buktikan dengan kerja. Walaupun orang politik, saya tidak peduli
politik,” tegasnya. [B1/A-17]
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih