12 March 2015

"Kami Tidak Pernah Mau Menjatuhkan Ahok"

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta Mohamad Sangaji menegaskan, tujuan pembentukan hak angket bukan untuk memakzulkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Sebab, kata dia, tujuan pembentukan hak angket adalah untuk menyelidiki dugaan pelanggaran undang-undang yang dilakukan dalam penyerahan draf RAPBD 2015. 

Hal itu disampaikannya menanggapi hasil survei terbaru Cyrus Network yang menyatakan bahwa Ahok (sapaan Basuki) masih memiliki tingkat popularitas dan tingkat kesukaan yang tinggi di Jakarta. 

"Kami membicarakan soal RAPBD. Kami tidak pernah mau menjatuhkan Ahok. Yang membicarakan Ahok lengser kan kalian," ujar dia, di Gedung DPRD DKI, Kamis (12/3/2015). 

Ongen mengaku sependapat dengan warga Jakarta yang menyatakan masih ingin dipimpin oleh Ahok. Ia pun tak mempermasalahkannya. [Baca: Lulung "Ngehits" di Twitter, Ahok Tetap Lebih Populer]

"Silakanlah. Kami tidak pernah membicarakan Ahok lengser kok. Ahok kan teman saya," ujar ketua panitia hak angket itu.

Sebagai informasi, hasil survei terbaru Cyrus Network menyatakan bahwa Ahok memiliki tingkat popularitas sebesar 95 persen, dengan tingkat kesukaan 66,6 persen. Hasil survei juga menyebutkan, sebanyak 26,4 persen responden masih menginginkan Ahok sebagai gubernur. 

Survei dengan metode multistage random sampling ini dilaksanakan pada 2-7 Maret 2015. Jumlah responden sebanyak 1.000 orang dewasa di wilayah DKI Jakarta, dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dan margin of error lebih kurang 3,1 persen.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih