
Tarik ulur antara Pemprov dengan PT Jakarta Monorail (PT JM) sebagai pemegang konsensi membuat proses pembangunan semakin lama. Bahkan tidak jarang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sering dibuat naik pitam kala berhadapan dengan PT JM.
Sejarah panjang proyek transportasi monorel sebenarnya sudah dimulai sejak sepuluh tahun silam. Pengerjaan pembangunan kereta layang cepat itu pertama kali dilakukan pada tahun 2004. Ketika itu komposisi pemegang saham mayoritas semula adalah PT Adhi Karya melalui PT Indonesia Transit Central.
Tiang pancang pertamanya diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri. Hanya selang beberapa minggu, masalah pertama terjadi. Proyek dialihkan dari PT Indonesia Transit Central (ITC) yang menggandeng MTrans Holding dari Malaysia ke konsorsium PT Jakarta Monorail dan Omnico Singapura.
Setahun berselang, Omnico gagal memenuhi tenggat setoran modal sehingga pembangunan pun mangkrak. Dua tahun kemudian, Sutiyoso yang ketika itu menjabat Gubernur DKI Jakarta berharap pembangunan bisa dilanjutkan setelah ada bantuan dana dari beberapa bank di Timur Tengah.
Tetapi, bantuan sebesar Rp 4,6 triliun itu gagal didapat sebab pemerintah pusat tidak memberikan jaminan yang jadi syarat pencairan dana. Pembangunan proyek monorel pun gagal.
Pembangunan monorel kemudian dilanjutkan saat DKI Jakarta dipimpin Fauzi Bowo. Lagi-lagi proyek ular besi ini gagal. Tiang-tiang yang sudah terpancang sebagian itu pun terbengkalai begitu saja.

Tarik ulur antara Pemprov dengan PT Jakarta Monorail (PT JM) sebagai pemegang konsensi membuat proses pembangunan semakin lama. Bahkan tidak jarang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sering dibuat naik pitam kala berhadapan dengan PT JM.
Sejarah panjang proyek transportasi monorel sebenarnya sudah dimulai sejak sepuluh tahun silam. Pengerjaan pembangunan kereta layang cepat itu pertama kali dilakukan pada tahun 2004. Ketika itu komposisi pemegang saham mayoritas semula adalah PT Adhi Karya melalui PT Indonesia Transit Central.
Tiang pancang pertamanya diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri. Hanya selang beberapa minggu, masalah pertama terjadi. Proyek dialihkan dari PT Indonesia Transit Central (ITC) yang menggandeng MTrans Holding dari Malaysia ke konsorsium PT Jakarta Monorail dan Omnico Singapura.
Setahun berselang, Omnico gagal memenuhi tenggat setoran modal sehingga pembangunan pun mangkrak. Dua tahun kemudian, Sutiyoso yang ketika itu menjabat Gubernur DKI Jakarta berharap pembangunan bisa dilanjutkan setelah ada bantuan dana dari beberapa bank di Timur Tengah.
Tetapi, bantuan sebesar Rp 4,6 triliun itu gagal didapat sebab pemerintah pusat tidak memberikan jaminan yang jadi syarat pencairan dana. Pembangunan proyek monorel pun gagal.
Pembangunan monorel kemudian dilanjutkan saat DKI Jakarta dipimpin Fauzi Bowo. Lagi-lagi proyek ular besi ini gagal. Tiang-tiang yang sudah terpancang sebagian itu pun terbengkalai begitu saja.
Kini saking kesalnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bahkan telah merelakan tiang monorail mangkrak selamanya. Ia justru berkelakar saat ditanya mengenai kelanjutan tiang pancang yang telah dibangun sejak tahun 2007 itu.
"Biarinlah itu (tiang monorail) jadi monumen sejarah bahwa terjadi kebodohan Pemprov DKI saking nafsunya ingin transportasi massal," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (13/1/2015).
Namun Ahok kemudian menjelaskan, tiang tersebut kemungkinan akan tetap digunakan jika pembangunan monorail dilanjutkan. Itupun jika masalah dengan PT JM telah selesai. Sebab apabila kedua pihak masih saling bersikukuh, monorail akan tetap mangkrak seperti saat ini.
Sementara untuk saat ini belum dapat dipastikan apakah monorail tetap akan dibangun atau tidak. Ahok tengah membuka alternatif baru pembangunan moda transportasi massal yang lebih efektif dan efisien seperti kereta rel ringan atau light rail transit.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih