Merdeka.com - Wilayah Jabodetabek mulai diguyur hujan setiap harinya. Mencegah terjadinya banjir, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, sibuk melakukan pembenahan utamanya drainase.
Perbaikan drainase dilakukan di Jl Berdikari, Melur, Kamboja, Teratai I,II,II, dan Flamboyan, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara. Namun, dalam melaksanakan pengerjaannya, pembuatan drainase dibuat tidak seragam antara 20-60 sentimeter, sehingga menyulitkan warga yang melintas.
Dharma (49), warga RW 13 Kelurahan Rawa Badak Utara, mengatakan pembuatan gorong-gorong tidak disesuaikan dengan tinggi jalan sehingga kendaraan milik warga yang melintas kerap tersangkut.
"Kami pun sebenarnya bingung kenapa sampai dibuatkan drainase baru padahal wilayah kami tidak pernah kebanjiran. Sekarang kendaraan kita pun jadi susah kalau mau melintas," ujar Dharma kepada wartawan di Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Selasa (13/1).
Selain pengerjaan yang terkesan kurang perhitungan matang, pemasangan gorong-gorong juga tidak rapi. Seperti yang terjadi di Jl Melur dan Berdikari.
Kasudin PU Tata Air Jakarta Utara, Kasna, tidak membantah keluhan warga tersebut. Bahkan dirinya sudah mengecek ke lapangan memastikan kondisi beberapa hari lalu.
"Memang pengerjaannya itu belum selesai. Secepatnya akan segera kita tindak lanjuti keluhan warga," tandasnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih