19 August 2016

Serahkan SK CPNS kepada 250 Guru Bantu, Ini Pesan Wagub Djarot

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyerahkan Surat Keputusan CPNS kepada 250 guru bantu. Dia memberikan wejangan seputar perilaku dan tanggung jawab guru.

"Ujian pertama adalah kompetensi. Apakah bisa bersaing dengan guru lain? Bagaimana tidak boleh tertinggal dari sekolah swasta lain, juga guru-guru yang bukan CPNS," ujar Djarot saat memberikan sambutan di Ruang Serbaguna, Gedung Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016).

Hal kedua yang disorotnya ialah perilaku dan karakter guru. Guru, katanya, harus memiliki perilaku yang baik sehingga dapat menjadi contoh tidak hanya bagi murid-murid melainkan juga pada orang tua siswa dan masyarakat umum.

Satu kesalahan yang sengaja diperbuat dapat menjadi bumerang. Ketika guru berperilaku buruk, akan membuat guru tidak dihargai.
"Satu saja yang melanggar aturan ini akan rusak. Perilaku guru sangat menentukan perilaku masyarakat, muridnya. Ada pepatah yang berbunyi, 'guru kencing berdiri, murid mengencingi guru'. Anda berperilaku tidak baik, anda akan tidak dihargai," imbau Djarot.

Lebih jauh, Djarot juga mengingatkan ketika seorang guru bantu kemudian diangkat menjadi guru dengan status PNS, rentan terhadap perubahan gaya hidup karena gaji guru PNS di Jakarta lebih tinggi dibanding guru PNS lain.

"Di tengah situasi seperti ini, profesi guru akan dapat sorotan. Kalau anda benar-benar berperilaku jujur, syukuri hidup Anda alhamdulillah gaji saya sudah naik, asuransi ada, BPJS dapat, pensiun terjamin. Wis, ojo neko-neko," ucap Djarot.

"Kita tahu bahwa perubahan status mengubah gaya hidup. Lihat saja, kalau SK sudah keluar, bisa menjamin kredit saya di KPR," ujar Djarot disambut tawa guru.

Djarot mengingatkan perubahan hidup hal lumrah. Tapi perubahan itu harus tetap diukur dengan batas kemampuan. 

Terakhir, Djarot menyampaikan bahwa guru PNS DKI Jakarta dituntut untuk dapat mewujudkan visi Jakarta Baru. Visi itu diwujudkan dengan membentuk anak murid yang cerdas, pintar, berhati bersih, punya karakter dan jadi anak yang produktif.

Untuk mendukung hal itu, guru diharapkan memiliki sensitifitas untuk memperhatikan setiap anak muridnya sehingga tidak ada yang luput perhatian. Tanggung jawab ini secara tidak langsung juga mewakilkan Pemda DKI Jakarta. "Guru yang baik bisa melihat perubahan perilaku muridnya. Kalau ada perubahan jangan dibiarkan saja, ajak ngomong agar anak tidak tumpul daya pikirnya," kata Djarot.

"Jangan permalukan DKI. Jangan permalukan pendidikan. Kami berharap kualitas, komitmen, perilaku dan kompetensi lebih unggul karena kami punya mimpi besar mendidik anak-anak yang punya karakter baik dan berperilaku mulia," imbuhnya.

Pada bulan Juni, Pemda DKI Jakarta telah menyerahkan SK CPNS guru bantu sebanyak 438. Disambung pada Juli, diserahkan SK sebanyak 741. Ditargetkan, pada 2016 ini ada sebanyak 1830 guru yang akan mendapatkan SK. Setelah pegang SK CPNS, mereka harus menjalani diklat prajabatan hingga akhirnya nanti diangkat menjadi PNS. 

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih