Presiden Joko Widodo menyoroti sinergisitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) antara pusat dan derah. Menurut Jokowi, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) harus betul-betul memperhatikan keterpaduan antara PTSP pusat dan daerah.
"Jangan sampai pusat sudah cepat, daerah masih lama. Atau pusat lama, daerah sudah cepat. Ini bisa terjadi," ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (23/8/2016).
Jokowi pun meminta dibuatkan standardisasi pelayanan investasi agar tidak ada lagi ketimpangan kualitas pelayanan. Jokowi tidak mau ada lagi ada pengusaha yang mengeluh betapa sulitnya mengurus perizinan investasi di Indonesia. BKPM juga diminta mengawasi betul-betul pelaksanaan PTSP tersebut
. "Saya harapkan terus monitoring proses-proses investasi dan diidentifikasi apa masalahnya, dicarikan solusi sehingga tidak ada lagi investor kesulitan mendapat izin," ujar Jokowi.
Hadir dalam rapat itu, antara lain Kepala BKPM Thomas Lembong, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kelautan dan PerikananSusi Pudjiastuti, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang ada di Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM).
Evaluasi tersebut dilakukan melalui rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/8/2016).
Presiden mengapresiasi peningkatan investasi tahun 2015 dan 2016 dibandingkan tahun 2014 karena adanya PTSP, yakni 17,8 persen.
Tapi, evaluasi tetap harus dilakukan demi pembenahan PTSP dan kecepatan pelayanan investasi.
"Apapun, PTSP yang ada di BKPM harus kita evaluasi untuk perbaikan-perbaikan dan pembenahan, utamanya kecepatan dalam pelayanan investasi agar lebih baik lagi," ujar Jokowi saat membuka rapat.
Jokowi menyoroti efektivitas PTSP yang sudah berjalan. Ia mengatakan, prinsip PTSP adalah efisiensi.
Oleh sebab itu, jika keberadaan PTSP tidak mampu memangkas prosedur untuk mendapatkan izin investasi, maka hal itu tidak berguna.
"PTSP juga bukan semata-mata loket yang ada di satu lokasi, tetapi kalau masih harus menunggu lama, ya untuk apa?" ujar Jokowi.
"Saya ingin PTSP ini benar-benar satu pintu, benar-benar memberikan pelayanan yang cepat dan terpadu, terintegrasi. Karena apapun, kunci pertumbuhan ekonomi kita ke depan itu investasi," lanjut dia.
Hadir dalam rapat itu, antara lain Kepala BKPM Thomas Lembong, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kelautan dan PerikananSusi Pudjiastuti, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih