25 February 2015

Tanya Jokowi ke Bos Bank BUMN: Kok ATM-nya Sendiri-sendiri?

Tanya Jokowi ke Bos Bank BUMN: Kok ATM-nya Sendiri-sendiri?
Jakarta -Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Direktur Utama 4 BUMN ke Istana. Jokowi tidak memerintahkan bank BUMN untuk menurunkan bunga kredit. Lantas apa tujuannya?

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, tidak ada arahan dari Jokowi untuk meminta bank BUMN menurunkan bunga kreditnya.

Rini mengatakan, Jokowi ingin bertanya apa saja yang menjadi komponen biaya bank BUMN, sehingga sulit menurunkan bunga kredit. Tingkat bunga acuan atau BI Rate yang turun menjadi 7,5% harusnya bisa menurunkan bunga kredit bank.

Saat ini, jarak atau gap antara BI Rate dengan bunga kredit bank cukup tinggi.

"Beliau (Jokowi) menekankan bagaimana ini operasional cost-nya dari perbankan bisa diturunkan nggak? Kenapa bank-bank BUMN harus berinvestasi untuk ATM sendiri-sendiri? Kenapa kalau tidak bersama-sama, sehingga itu menurunkan cost (biaya). Jadi dengan demikian, beliau mengharapkan kalau cost itu turun, otomatis bunga pinjaman itu bisa turun," papar Rini.

Jadi, arah pembicaraan Jokowi dengan Dirut 4 bank BUMN adalah menekan biaya operasional. Salah satunya adalah mengintegrasikan ATM bank BUMN, sehingga biaya lebih murah.

"Lalu juga, apakah nanti semua (bank BUMN) bisa memanfaatkan satelit BRI," kata Rini. Tujuan ini semua, agar bank BUMN efisien dan bunga kredit bisa ditekan.

Kapan penyatuan ATM dilakukan?

"Belum. Kan baru dipelajari. Cari yang terbaik. Makanya salah satu contohnya seperti ATM Bersama. Mungkin BRI karena di mana-mana ada," cetus Rini.

ATM Bank BUMN Berjejer Sendiri-sendiri, Kenapa Tak Digabung?
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya usul supaya Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digabung sehingga bisa mengurangi biaya investasi dan operasional.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, dengan adanya sinergi tersebut maka efisiensi akan terjadi di antara bank-bank pelat merah. Apalagi, kata Sofyan, saat ini ATM bank BUMN masih terpisah dengan jumlah yang banyak.

"Anda lihat di mana-mana ATM BNI, BRI, Mandiri berjejer. Kenapa tidak misalnya satu atau dua saja, sehingga biaya investasi jauh lebih murah, dan itu akan mempengaruhi juga kepada bunga," ujar Sofyan usai makan siang di Restoran Medan Baru di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (25/2/2015).

Sofyan mengakui, perbankan pelat merah saat ini terlalu jor-joran dalam investasi Teknologi dan Informasi (TI), termasuk dalam hal ATM tadi. Jika memungkinan untuk digabung menjadi satu maka itu akan memberi manfaat yang besar.

"Mereka terlalu jor-joran investasi IT. Jadi kalau bisa seperti perusahaan telekomunikasi, dulu kan masing-masing tower sendiri, sekarang jadi tower bersama, begitu juga ATM," jelasnya.

Menurut Sofyan, pemerintah tidak boleh intervensi terhadap suku bunga bank BUMN. Maka dari itu Jokowi hanya meminta perusahaan milik negara tingkatkan efisiensi sehingga bisa mendukung rencana penurunan suku bunga.

Jokowi Bahas Mobnas dengan Para Menteri, Proton Kah?
Jakarta -Sore ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan para menteri ekonomi di kantornya Kompleks Istana, dalam agenda rapat terbatas (ratas). Pembahasan ratas ini terkait industri nasional, khususnya mobil nasional (mobnas).

Rapat akan dimulai sekitar pukul 16.30 WIB, hadir Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

Menperin Salah Husin mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan masterplan untuk rencana pengambangan Mobnas di Indonesia. Ini akan dimulai dari arahan dari Presiden dan Wakil Presiden kemudian berlangsung ke tataran teknis.

"Hari ini kita akan membahas industri naional, lebih spesifiknya adalah terkait dengan mobnas," ungkap Saleh Husin saat tiba di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (25/2/2015)

Saleh menegaskan, mobnas yang dimaksud bukanlah terkait dengan merek Proton, mobil asal Malaysia yang akan berinvestasi di Tanah Air.

"Bukan (yang Malaysia kemarin). Ini Mobnas kita," jelasnya.

Sebelumnya isu Mobnas sempat menjadi kontroversial terkait nama mobil Malaysia, Proton yang disebut-sebut menjadi mobnas. Proton Holdings Berhad dengan perusahaan lokal PT Adiperkasa Citra Lestari, yang merupakan milik Hendropriyono telah menandatangani MoU terkait industri mobil pada awal 6 Februari 2015.

Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer Proton Holdings Bhd Datuk Abdul Harith Abdullah dan CEO Adiperkasa Citra Lestari AM Hendropriyono di Proton Centre of Exellence.

Turut menyaksikan acara itu di antaranya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak, Pemimpin Proton Tun Dr Mahathir Mohamad, serta Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi: Otomatis Toh? Kalau BI Rate Turun Mestinya Bunga Bank Turun
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin sudah mengumpulkan perbankan pelat merah untuk mendapatkan laporan terkini soal kondisi bank milik negara. Jokowi meminta perbankan menekan biaya operasional, supaya dalam jangka panjang bisa menekan suku bunga kredit.

"Ya kan otomatis toh, kalau BI Rate turun mestinyainterest rate bank juga turun," kata Jokowi usai makan siang di Restoran Medan Baru di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (25/2/2015).

Jokowi juga menjelaskan, mengapa bank-bank BUMN belum bisa menurunkan tingkat suku bunganya sampai saat ini.

"Kan banyak faktor, misalnya cost of funds-nya. Di situ kan kalau ada biaya-biaya itu bisa turun, mereka juga akan turun," kata Jokowi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo juga sudah menghadap Jokowi untuk membicarakan situasi terkini di dunia keuangan Indonesia. Jokowi mengaku akan menjadwalkan pertemuan rutin dengan Agus setiap satu bulan sekali.

"Ya kita sekarang rutin setiap bulan kita bertemu, menyikapi situasi keuangan global, juga masalah kurs, dan lain-lain. Nah, gubernur BI tadi pagi menyampaikan kita masih dalam posisi yang masih sangat baik," ujarnya.

Jokowi juga berharap BI Rate bisa diturunkan lagi supaya bisa memberikan bunga yang rendah untuk kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga bertekad menekan inflasi supaya bisa membantu penurunan BI Rate.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih