Jakarta -Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2015 sudah ditetapkan sebesar Rp 1.984,1 triliun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar anggaran tersebut bisa segera direalisasikan.
"Presiden wanti-wanti K/L (Kementerian/Lembaga) agar APBN-P 2015 bisa dieksekusi cepat," ungkap Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani kala ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Askolani mengatakan, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) akan diselesaikan dalam waktu dekat. Namun berbagai proses tender untuk belanja barang sudah bisa dilaksanakan oleh masing-masing K/L.
"Paling DIPA selesai bulan depan. Tapi pesan dari presiden adalah mohon pola eksekusi, pola penyerapan, 2015 harus lebih baik dari 2014," jelas Askolani.
Apalagi, lanjut Askolani, anggaran untuk infrastruktur tahun ini mencapai Rp 290 triliun. Jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi percuma kalau seandainya eksekusi oleh K/L terlambat.
"Beliau udah wanti-wanti tolong pola spending itu dipercepat sejak triwulan I dan triwulan II. Kita juga harapkan dari menteri baru," kata Askolani.
Untuk mempercepat penyerapan anggaran, menurut Askolani, bisa melalui pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Proses ini bisa menghemat waktu sekaligus transparan karena semua proses bisa dipantau secara online.
"Dengan e-catalogue, proses tender bisa lebih cepat dan efisien. Jadi kita optimistis dengan segala latar belakang tadi akan lebih baik dibandingkan tahun lalu," tukasnya.
(mkl/hds)
"Presiden wanti-wanti K/L (Kementerian/Lembaga) agar APBN-P 2015 bisa dieksekusi cepat," ungkap Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani kala ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Askolani mengatakan, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) akan diselesaikan dalam waktu dekat. Namun berbagai proses tender untuk belanja barang sudah bisa dilaksanakan oleh masing-masing K/L.
"Paling DIPA selesai bulan depan. Tapi pesan dari presiden adalah mohon pola eksekusi, pola penyerapan, 2015 harus lebih baik dari 2014," jelas Askolani.
Apalagi, lanjut Askolani, anggaran untuk infrastruktur tahun ini mencapai Rp 290 triliun. Jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi percuma kalau seandainya eksekusi oleh K/L terlambat.
"Beliau udah wanti-wanti tolong pola spending itu dipercepat sejak triwulan I dan triwulan II. Kita juga harapkan dari menteri baru," kata Askolani.
Untuk mempercepat penyerapan anggaran, menurut Askolani, bisa melalui pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Proses ini bisa menghemat waktu sekaligus transparan karena semua proses bisa dipantau secara online.
"Dengan e-catalogue, proses tender bisa lebih cepat dan efisien. Jadi kita optimistis dengan segala latar belakang tadi akan lebih baik dibandingkan tahun lalu," tukasnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih