02 July 2014

Temui Buruh, Jokowi Berbagi Cerita Diamuk Pengusaha karena Naikkan UMP

KOMPAS/WISNU WIDIANTOROBersama ribuan buruh, capres nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi), mengacungkan salam dua jari usai berorasi di halaman pabrik di Kawasan Berikat PT Daehan Global, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/7/2014). Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak buruh untuk selalu mengutamakan musyawarah dengan pengusaha untuk menyelesaikan berbagai masalah perburuhan.

SUKABUMI, KOMPAS.com - Calon presiden Joko Widodo menemui para buruh pabrik garmen PT Daehan Global, di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/7/2014). Di hadapan ribuan buruh, Jokowi menceritakan kisahnya saat baru menjabat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, ia menaikkan upah minimun provinsi (UMP). 

"Dengar enggak tahun 2012 waktu saya jadi Gubernur Jakarta, baru 2 bulan, saya naikan UMP sampai 44 persen," kata Jokowi. 

"Saat itu, saya diamuk-amuk oleh semua pengusaha. Dimaki-maki sama semua pengusaha," lanjutnya.

Kepada para pengusaha, kata Jokowi, ia menjelaskan perhitungan kenaikan UMP. Perhitungan itu mulai dari hal kecil seperti uang belanja, transport, sekolah, hingga kesehatan. 

"Semua ada kalkulasinya saya bikin, akhirnya semua bisa menerima meski pun, ya tiga minggu dimaki-maki," terang dia. 

Menurut Jokowi, pekerja dan pengusaha harus bisa bekerja sama dengan baik. Pekerja dan pengusaha harus berembuk untuk memecahkan suatu masalah. Pemerintah, lanjut Jokowi, akan turun tangan jika terjadi suatu masalah besar. 

"Jadi menurut saya, tidak usahlah kita ini banyak demo, demo. Yang penting temui, musyawarah yang baik. Kalau tidak bisa, cari pemerintah untuk menengahi," katanya. 

Jokowi juga menceritakan 'jurus' untuk menghadapi pendemo. Ia mengaku akan menemui langsung pengunjuk rasa dan mengajaknya bermusyawarah. Menurut Jokowi, suatu masaalah harus diselesaikan dengan kepala dingin agar bisa memutuskannya dengan tepat.

"Misal yang demo 6.000, yang masuk 15 orang. Masuk, saya suruh minum, saya ajak makan dulu," ujar Jokowi. 

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga memberi kesempatan bagi para buruh yang ingin berbicara di atas panggung. Ratusan pekerja pabrik yang rata-rata wanita itu pun langsung unjuk tangan. Salah satu pekerja pabrik bernama Rina akhirnya ditunjuk Jokowi untuk naik ke atas panggung. Rina pun menyampaikan keluh kesahnya. 

"Ini katanya teman-teman bilang, di sini katanya itu enggak ada pengangkatan karyawan tetap. Itu saja," ucap Rina. 

Para buruh yang memadati lapangan prabrik itu pun bersorak .Pegawai pabrik lainnya, Dini (21) berharap, jika terpilih sebagai presiden, Jokowi bisa lebih baik daripada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih