
Jakarta - Ratusan santri berdemo mendesak PKS memecat Fahri Hamzah akibat kicauannya di Twitter yang menyerang ide Jokowi menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri. Apakah Wasekjen PKS ini bersedia dipecat dari partai?
"Kejauhan lah, ini kan cuma 140 huruf. Saya tidak mau membawa-bawa orang lain," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Rabu (2/7/2014).
Menurut Fahri, ungkapan seseorang di Twitter adalah bahasa informal. Oleh sebab itu, penggunaan kata 'sinting' di tweetnya tidak bisa disamakan dengan penggunaan di forum formal.
"Twitter tidak bisa dihukum sebagai semacam forum yang formil. Di twitter, nyelip karakter pribadi orang. Kalau saya sebut 'gile lu' atau 'sinting', itu penutup yang sering kita gunakan di bahasa informal dan Twitter bahasa informal," ujar anggota Komisi III DPR ini.
Sejumlah pihak mendesak Wasekjen PKS Fahri Hamzah untuk minta maaf kepada para santri dan Jokowi, salah satunya Ketua DPP PKB Marwan Jafar. Namun Fahri masing enggan mengucapkan kata maaf.
"Saya pernah nolong dia (Marwan) lho karena dia berurusan dengan kader kami. Jangan bawa-bawa santri, jangan bawa-bawa PKS," ucapnya.
Sebelumnya, ratusan santri di Purwakarta, Jawa Barat, menggelar demonstrasi mengecam kicauan janji Jokowi 'sinting' yang dilempar Fahri Hamzah. Para santri juga meminta PKS memberikan sanksi. Sebagai partai Islam seharusnya PKS lebih toleran terhadap kalangan santri.
"Meminta PKS memecat kadernya yang memang anti santri dan anti pesantren. Fahri bagian dari reformasi tapi menyakiti kelompok lain, para santri merasa ini sudah kelewat batas," kata koordinator Aliansi Santri Purwakarta, Adhe Musa Said kepada detikcom, Rabu (2/7/2014).
Melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40 WIB, Fahri berkicau "Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!". Kicauan Fahri itu menanggapi janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, agar menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri nasional.
Gara-gara hal ini Timses Jokowi-JK melaporkan Fahri ke Bawaslu, dan kini pengawas Pemilu bersiap memanggil Fahri dalam waktu dekat. Seiring laporan ke Bawaslu, kontroversi terhadap pernyataan Fahri ini juga kian meluas. Tak hanya di Purwakarta, kabarnya santri dari berbagai daerah bakal demo terkait hal ini.
"Kejauhan lah, ini kan cuma 140 huruf. Saya tidak mau membawa-bawa orang lain," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Rabu (2/7/2014).
Menurut Fahri, ungkapan seseorang di Twitter adalah bahasa informal. Oleh sebab itu, penggunaan kata 'sinting' di tweetnya tidak bisa disamakan dengan penggunaan di forum formal.
"Twitter tidak bisa dihukum sebagai semacam forum yang formil. Di twitter, nyelip karakter pribadi orang. Kalau saya sebut 'gile lu' atau 'sinting', itu penutup yang sering kita gunakan di bahasa informal dan Twitter bahasa informal," ujar anggota Komisi III DPR ini.
Sejumlah pihak mendesak Wasekjen PKS Fahri Hamzah untuk minta maaf kepada para santri dan Jokowi, salah satunya Ketua DPP PKB Marwan Jafar. Namun Fahri masing enggan mengucapkan kata maaf.
"Saya pernah nolong dia (Marwan) lho karena dia berurusan dengan kader kami. Jangan bawa-bawa santri, jangan bawa-bawa PKS," ucapnya.
Sebelumnya, ratusan santri di Purwakarta, Jawa Barat, menggelar demonstrasi mengecam kicauan janji Jokowi 'sinting' yang dilempar Fahri Hamzah. Para santri juga meminta PKS memberikan sanksi. Sebagai partai Islam seharusnya PKS lebih toleran terhadap kalangan santri.
"Meminta PKS memecat kadernya yang memang anti santri dan anti pesantren. Fahri bagian dari reformasi tapi menyakiti kelompok lain, para santri merasa ini sudah kelewat batas," kata koordinator Aliansi Santri Purwakarta, Adhe Musa Said kepada detikcom, Rabu (2/7/2014).
Melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40 WIB, Fahri berkicau "Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!". Kicauan Fahri itu menanggapi janji Jokowi atas tuntutan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Banjarejo, Malang, Jawa Timur, agar menjadikan 1 Muharam sebagai hari santri nasional.
Gara-gara hal ini Timses Jokowi-JK melaporkan Fahri ke Bawaslu, dan kini pengawas Pemilu bersiap memanggil Fahri dalam waktu dekat. Seiring laporan ke Bawaslu, kontroversi terhadap pernyataan Fahri ini juga kian meluas. Tak hanya di Purwakarta, kabarnya santri dari berbagai daerah bakal demo terkait hal ini.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih