Hal itu terlihat dari pembelaan Jokowi terhadap Megawati yang pemerintahannya kala itu dikritik lantaran aksi penjualan aset negara.
Menurut Agung, ada dua tipe nasionalisme kontemporer yakni nasionalisme aktif dan nasionalisme pasif. Nasionalisme aktif lanjut Agung, yakni nasionalisme yang mempromosikan kebijakan berdikari, anti terhadap intervensi asing dan imperialisme ekonomi.
Sedangkan nasionalisme pasif, kata Agung, yakni yang berdiam diri terhadap kebijakan privatisasi sekalipun membenci.
"Tidak ada pernyataan menyesal dari Jokowi terhadap kebijakan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri pada masa lalu yang menjual aset negara, menandakan bahwa Jokowi kurang memahami nasionalisme model Bung Karno," ujar Agung, Selasa (1/4/2014).
"Nasionalisme model Bung Karno itu berdikari, bahkan sempat menasionalisasi aset-aset asing di Indonesia," imbuhnya lagi.
Dia menambahkan, sikap Jokowi yang membela kebijakan Megawati menjual aset negara di masa lalu, menunjukkan bahwa Jokowi termasuk kategori nasionalisme pasif.
"Jokowi termasuk kategori nasionalisme pasif jika ditinjau dari statement-nya yang membela kebijakan Megawati di masa lalu," kata Agung.
Beruntung kata dia, sampai saat ini, belum ada capres atau partai yang dicap sebagai pengkhianat nasionalisme yang ditandai semangat untuk privatisasi dan rela menjadi antek asing.
"Jika ada, maka capres atau partai tersebut merupakan musuh ideologis Bung Karno," pungkasnya. (put)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih