Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi (kiri), didampingi Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, mendengarkan paparan saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2014 di Balai Agung, Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2014). Jokowi memaparkan beberapa program yang tengah dijalankan, mulai dari pengelolaan limbah yang belum maksimal hingga permasalahan Mass Rapid Transit (MRT). WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
JAKARTA, KOMPAS.com — Keberhasilan penataan Waduk Pluit di Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan contoh keberanian dan konsistensi yang ditunjukkan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pasalnya, kawasan Waduk Pluit dikenal banyak preman dan mafia tanah.
Hal itulah yang disampaikan peneliti teknik lingkungan Universitas Indonesia dan Dewan Pengarah Kemitraan Air Indonesia Firdaus Ali dalam acara peluncuran buku Waduk Pluit Semangat Membangun Jakarta Baru di Cikini, Jakarta, Rabu (26/3/2014).
"Kemauan yang luar biasa dari Jokowi untuk melakukan gebrakan ini. Jokowi tahu kalau hulu domainnya pusat dan hilir yang ada di utara adalah domainnya DKI. Jokowi membayar utang-utang yang belum dikerjakan Pemprov DKI terdahulu," kata Firdaus.
Selain memuji keberanian dan konsistensi Jokowi, Firdaus juga memuji kecepatannya dalam menyelesaikan suatu masalah. Hal itu dapat dilihat dari cepatnya Jokowi dalam mengubah wajah waduk tersebut.
Selama berpuluh-puluh tahun, kata Firdaus, Waduk Pluit mengalami disfungsi, yakni tak dapat lagi menampung air. Hal itu diakibatkan penyempitan dan pendangkalan waduk secara fisik, akibat berdirinya ribuan hunian liar.
"Lalu dalam waktu satu tahun, Jokowi dan Ahok mampu mengubah wajah Waduk Pluit menjadi lebih baik. Tahun ini adalah tonggak sejarah bagi saya, yaitu melihat Waduk Pluit sudah tertata rapi dan sudah lebih luas dari sebelumnya," ucapnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih