28 March 2014

Marah Soal Bus Sumbangan, Ahok Memukul-Mukul Mobil Dinasnya


Jakarta - Raut muka Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama merah padam. Nada suaranya meninggi. Ahok, begitu dia biasa disapa, buru-buru masuk ke dalam mobil Toyota Land Cruisernya warna hitam.

Lalu dia masih menyempatkan membuka kaca jendela tengah meladeni wartawan yang masih mengejarnya. “Eh gua kasih tau ya, ini solar lho,” kata Ahok sambil memukul mobilnya dengan kencang, sesaat sebelum meninggalkan Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (28/3/2014).

“Ini mobil pakai solar, beli tahun 2012. Mobil operasional Gubernur dan wakil Gubernur serta anggota DPRD, melanggar PErda,” kata dia lagi, masih sambil tetap menggebuk mobilnya berulang-ulang.

Kemarahan Ahok sore tadi memang seperti titik kulminasi. Rasa kesal tak bisa ia sembunyikan dari wajahnya selama empat hari terakhir ini. Sejak Selasa malam lalu, dia selalu berapi-api setiap kali pewarta menanyakan perihal bus sumbangan dari pihak swasta.

Musabab kekesalan Ahok bermula ketika ia menerima surat tembusan dari Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Wirijatmoko. Dalam suratnya Moko menyebutkan bahwa bus sumbangan berbahan bakar solar itu melanggar Perda nomor 2 tahun 2005. Perda tersebut mengatur angkutan umum dan kendaraan operasional Pemda harus berbahan bakar gas.

Plt Sekda pun merekomendasikan agar bus hanya dioperasikan di jalan-jalan yang tidak ada SPBG. Atau, bus harus dipasangi converter kit. Tapi sebelum resmi diterima, Pemprov harus meminta persetujuan dari Kemendagri dan BPKP terlebih dulu.

Ahok pun berang. Dia merasa penerapan perda itu hanyalah alasan yang dicari-cari oleh aparat Pemprov dan DPRD untuk menolak 30 bus sumbangan swasta. “Intinya ini kan memang mau menghambat kita. Dia hanya cari-cari alasan,” kata dia.

Toh, menurut Ahok, kendaraan operasional di Pemda, baik milik Gubernur, Wagub, Sekda, maupun para anggota DPRD, juga menggunakan bahan bakar solar. Padahal, peraturan daerah itu sudah ada sejak 2005, hampir 9 tahun silam.

Seharusnya, kata Ahok, seluruh pengadaan di pemprov mulai tahun 2006 harusnya konsisten mematuhi Perda tersebut. Dia mempertanyakan mobil operasional yang diberikan padanya tahun 2012 ternyata tak juga menggunakan bahan bakar gas.

“DPRD bilang itu Transjakarta dan kendaraan umum enggak boleh pakai solar. Kalau gitu semua Kopami, Kopaja, dan APTB yang baru-baru itu enggak boleh pakai solar dong. Sekarang APTB dibiarkan beroprasi di jalur busway. Kan ini kemunafikan. Mobil operasional kita semua pun pakai solar, ini Perda Anda yang bermasalah,” kata dia.



Setelah Marah-marah Kepada Bawahannya, Ahok Walk Out Dari Ruang Rapat


Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengamuk di depan anak buahnya. Ahok akhirnya memutuskan keluar dari ruang rapat karena tidak selesainya persoalan dalam rapat dengan pengusaha bus itu.

"Capek saya, Pak Moko urus dulu," ujar Ahok sambil keluar dari ruang rapat wagub di gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2017).

Melihat Ahok meninggalkan ruang rapat, Plt Sekda DKI Wiryatmoko, Kepala BPKD Endang Widjajanti, Kepala UP TransJakarta Pargaulan Butar Butar, dan Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Iwan Setyawandi kaget. Belasan orang yang terdiri dari pengusaha yang ingin memberi bus dan bawahan Ahok juga berdiri lalu mengikutinya keluar.

Kejadian itu bermula saat seorang pengusaha Antonius Wenoe bersama Telkomsel dan Ti-phone serta lainnya menyerahkan bantuan 30 bus sedang kepada Pemprov DKI. Namun para pengusaha dipersulit.

"Kita ini sudah terkumpul 30 bus. Mau delivery, susahnya minta ampun. Ada yang mau komit dan kasih, karena bertele-tele, tidak jadi. Saya ini sudah setahun ke pemda untuk urusin bus ini. Kita frustasi, Pak. Bus itu mau diterima atau tidak. Kalau tidak mau diterima bus mau dijual lagi," kata Antonius di kantor Ahok, Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2014). Antonius tiba-tiba menggebrak meja. Brak!

Ahok marah pada anak buahnya yang memberi pajak pada penyumbang bus yang akan mengiklankan produk mereka.

"Kita ini sudah mau disumbang bus masih mau dikenakan pajak coba. Lama-lama saya berpikir DKI ini memang suka beli bus sendiri. Biar bisa nyolong komisi, luar biasa memang pintar-pintarnya pegawai DKI ini. Lama-lama saya nanti jadi paranoid gara-gara dengan kalian yang suka main tender," kata Ahok dengan suara tinggi.

Sebelum menghadiri pertemuan itu, Ahok juga sudah terlihat marah. Bahkan sebelumnya wartawan tidak diperbolehkan masuk oleh staf Pemprov.

"Ini biarkan saja wartawan masuk biar mereka mengerti. Aku ini sudah benci caranya begini. Orang sudah nyumbang bus masih disuruh bayar pajak. Sekarang saya tanya berapa coba bayar pajak yang pasang iklan di bus Mayasari itu semuanya?" tutur Ahok.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih