Dengan melakukan deklarasi di Rumah Pitung, Jokowi berpotensi melanggar Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 dan bisa diancam pidana lima tahun penjara.
"Gak tahu saya, itu kata siapa kalau melanggar?" kata pria yang akrab disapa Ahok tersebut di Balai Kota, kepada wartawan Rabu (26/3/2014).
Tokoh Pemuda Betawi, Eky Pitung, memaparkan bahwa Jokowi jelas telah melanggar Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 yang berbunyi, "Cagar budaya hanya boleh dimanfaatkan kepentingan agama, budaya, sosial dan pariwisata.”
Sehubungan dengan hal ini Ahok hanya berseloroh,”Kalau benar melanggar nunggu proses hukum saja.”
Jokowi beberapa waktu lalu mengumumkan pencapresannya di Rumah Pitung (Pituan Pitulung/tujuh orang yang suka menolong) di Marunda, Jakarta Utara. Spekulasi pun muncul terkait dengan dipilihnya Rumah Pitung sebagai tempat deklarasi. Tokoh Betawi, Eky Pitung, menilai ada unsur klenik yang kental di balik aksi Jokowi.
Unsur klenik juga lekat dengan Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo. Saat hendak memberangkatkan mobil Esemka ke Jakarta pada Kamis 23 Februari 2012, Jokowi memandikan mobil tersebut dengan air kembang tujuh. Mobil tersebut dibawa ke Jakarta untuk melakukan proses uji emisi.
Kemudian, saat akan menghadapi Pilgub DKI, Senin 19 Maret 2012, Jokowi nyekar di Makam Pangeran Jayakarta. Selain itu, sebelum pencapresan, Rabu 12 Maret 2014, Jokowi diajak Megawati berziarah ke makam Soekarno.
Ia pun mencoba memperkirakan mengapa Jokowi mendeklarasikan diri di Rumah Pitung.
“Kalau saya tangkap, ini orang kenapa ke Rumah Pitung, ia mau ambilspirit Pitung, tapi keliru,” ungkapnya.
Pitung, jelas dia, merupakan kepanjangan dari Pituan Pitulung. Artinya, tujuh orang yang suka menolong. “Dia ingin merebut kursi RI 1 yang ketujuh. Kedua, karena partai kekuasaan hari ini berada di nomor urut 7 (Partai Demokrat). Makanya ini simbol perlawanan, tapi maksudnya apa?” paparnya.
Pendekar Pitung, jelas dia, dahulu jelas melawan penjajah Belanda untuk kepentingan bangsa, bukan memperjuangkan golongan. “Pitung bisa marah, makanya saya lawan Jokowi,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal pemilihan Rumah Pitung yang dianggapnya tidak menghormati orang Betawi. ”Setelah Salat Jumat dia meluncur ke Rumah Pitung dan mendeklarasikan diri. Secara etika enggak benar,” jelas Eky.
Eky mengaku keberatan dengan pemilihan Rumah Pitung sebagai pendeklarasian. Sebab, Jokowi tak izin kepada pengurus cagar budaya itu. ”Tidak ada Assalamuaalaikum-nya ke warga Betawi. Kalau Betawi bilang enggak ada adabnya. Kenapa enggak deklarasi ke Keraton Solo saja,” tegasnya.
(ful)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih