JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, titik-titik kemacetan di Jakarta banyak terjadi di perempatan jalan. Ia menilai, terkadang arus lalu lintas tersendat hanya karena ketiadaan sikap mau mengalah antarsesama pengguna kendaraan. Karena itu, kata dia, titik-titik penyebab kemacetan perlu untuk dijaga setiap saat, terutama saat jam-jam sibuk.
Menurut Basuki, konsep tersebut terinspirasi saat ia melintas di sepanjang jalan Mampang Prapatan dan Rasuna Said, tepatnya dari Ragunan menuju Menteng. "Dari Ragunan sampai Taman Menteng kita lihat, ternyata kalau dijaga petugas tidak macet. Masalahnya memang orang tidak mau ngalah, jadi harus ada petugas yang selalu jaga, terutama saat jam-jam sibuk," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Karena itu, kata Basuki, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan memindahkan 1.000 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke Dinas Perhubungan. Pemindahan tersebut, kata dia, bertujuan agar Dishub memiliki jumlah personil yang cukup untuk menjaga perempatan-perempatan jalan.
"Seribu Satpol PP pindah ke Dishub. Kalau sudah tahu jumlah titik macet ada berapa, misalnya ada 800, berarti harus membutuhkan 800 orang. Kalau dua shift, berarti 1.600 orang," tukas pria asal Belitung itu.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih