11 November 2013

Sabam Sirait Lewati Enam Kepresidenan dengan Nama Baik

Politisi senior PDIP Sabam Sirait (ketujuh kiri) berfoto bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedelapan kiri) berfoto bersama sejumlah tokoh lainnya pada acara peluncuran buku "Politik itu Suci, Pemikiran & Praktik Politik Sabam Sirait" sekaligus perayaan ultah Sabam yang ke-77 di Jakarta, Minggu (10/11).

Politisi senior PDIP Sabam Sirait (ketujuh kiri) berfoto bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kedelapan kiri) berfoto bersama sejumlah tokoh lainnya pada acara peluncuran buku "Politik itu Suci, Pemikiran & Praktik Politik Sabam Sirait" sekaligus perayaan ultah Sabam yang ke-77 di Jakarta, Minggu (10/11). (sumber: ANTARA FOTO)


Jakarta - Para politisi nasional yang kerap tercitrakan negatif, kotor, dan koruptif, tampaknya harus belajar banyak dari Sabam Sirait, Politisi PDI Perjuangan yang baru saja merayakan ultahnya ke-77.
Di dunia politik, Sabam adalah sosok fenomenal yang pernah hidup dan aktif di enam kepresidenan yang memerintah di Indonesia, dari Soekarno, Soeharto, Habibie, Megawati, Gus Dur, hingga SBY.
Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR selama tujuh periode, dan dua periode sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung di zaman Soeharto.
Walau demikian, Sabam tetap dikenal orang sebagai sosok bersahaja yang tak pernah bersentuhan dengan kasus hukum.
"Papa tidak mewariskan kekayaan. Papa meninggalkan nama baik. Kami bangga dengan Papa. Selama enam pemerintahan itu, Papa, juga tidak tersangkut hukum," kata Maruarar Sirait, putra pertama Sabam.
Hal itu dia sampaikan saat memberi sambutan dalam perayaan ulang tahun Sabam sekaligus peluncuran buku berjudul Politik itu Suci, di gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Minggu (10/11).
Maruarar yang merupakan anggota DPR di Komisi XI, pun tak ragu siang dan malam, dalam seminggu terakhir, menyiapkan acara perayaan itu.
"Papa meninggalkan nama baik di seluruh Indonesia. Itu jauh lebih berharga. Saya datang ke Aceh, Papua, Kalbar, rakyat di sana bilang ke saya mereka adalah kader Papa. Dulu Papamu yang bela buruh, bela perjuangan tani di sini," jelasnya.
Sejumlah tokoh nasional hadir di acara itu. Misalnya Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wagub Basuki Tjahja Purnama, Ketua BPK Hadi Purnomo, Dirjen Pajak Fuad Rahmany, Ketua OJK Muliaman Hadad.
Ada juga Pengusaha Hashim Djojohadikusumo, Ketua Apindo Sofyan Wanandi, Ketua PKPI Sutiyoso, AM Fatwa, Ketua DPD RI Irman Gusman, serta tokoh parpol lainnya.
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/RIN

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih