11 November 2013

Peneliti: Jokowi dan JK Unggul dalam Komunikasi Politik

Joko Widodo bersama Jusuf Kalla
Pakar menganalisi 11 nama calon presiden yang sering muncul di survei.

VIVAnews - Gubernur DKI Joko Widodo dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai sebagai politisi yang paling baik dalam hal komunikasi politik. Kesimpulan itu berdasarkan hasil penelitian Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana, seperti yang diungkapkannya dalam diskusi "Siapa Capres yang Berkomunikasi Paling Bagus" di Gedung DPR, Rabu 6 Oktober 2013.

Tjipta meneliti 11 nama calon presiden yang saat ini sering muncul dalam berbagai lembaga survei. Penelitiannya dimulai pada 1 September 2013 sampai 25 Oktober 2013. Ada beberapa parameter yang digunakan Tjipta untuk mengukur komunikasi politik, yaitu konteks komunikasi, penampilan, pesan yang disampaikan, bahasa non-verbal, kualitas suara, dan humor.

Dengan menggunakan alat ukur itu, Jokowi dan Jusuf Kalla memiliki skor yang paling tinggi. Masing-masing 85 dan 81. Keunggulan Jokowi adalah, bisa dekat dengan audience, bahasa sederhana, dan bicara selalu problem solving. 

"Tidak pernah pakai high konteks, apa adanya. Jokowi nyaris sempurna," kata Tjipta. Tapi, ada beberapa kekurangan Jokowi, misalnya, humor dan bahasa badan hampir tidak ada.

Sementara, Jusuf Kalla dalam pidatonya selalu memberikan jalan keluar di setiap masalah, tidak pernah bersuara keras dan jerit, dan bicara langsung pada pokok masalah. "JK dari segi komunikasi politik bagus, humor sering juga. Kekurangannya body language sangat kurang. Penampilan bagus. JK tidak pernah menggurui," kata dia.

Sedangkan calon presiden lain, memiliki skor masing-masing Prabowo Subianto (78). Gaya komunikasinya mirip Bung Karno, suara tinggi dan kurang merakyat beda dengan Jokowi. Anies Baswedan (75) dinilai menguasai masalah. Tetapi jam terbang politik masih dangkal. Surya Paloh (73) dinilai hampir mirip Prabowo, tetapi kelemahannya terus menyerang. Gita Wirjawan (70) terlihat emosional. Aburizal Bakrie (68), Wiranto (67) body language kurang. Dahlan Iskan (65) suara kurang bagus, cempreng, sering emosional.

Sementara komunikasi politik yang kurang bagus adalah Megawati Soekarnoputri dan Pramono Edhie Wibowo. Masing-masing mendapat skor 63. Megawati dianggap kurang bagus karena jarang menjawab pertanyaan, jarang bicara dan selalu berbicara dengan konteks yang tinggi. Selain itu, Megawati juga dinilai jarang memberikan pemecahan masalah di setiap pidatonya.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih