Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, munculnya 25 titik genangan air saat hujan deras beberapa hari lalu disebabkan banyaknya saluran penghubung yang tertutup bangunan liar. Akibatnya, jalur air menjadi sempit.
“Ya macam-macam, ini kan ada saluran-saluran di atasnya dibangun banyak gubuk-gubuk liar atau kios-kios. Itu juga mempengaruhi kecepatan aliran air hujan masuk ke dalam saluran penghubung,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota DKI Jakarta, Senin (11/11/2013).
Munculnya pemukiman tersebut dirasa Ahok menjadi biang terputusnya aliran air hujan menuju sungai. Sebab, embung-embung yang mempunyai fungsi menampung air tertutupi bangunan-bangunan liar tersebut.
“Jadi banyak sekali saluran kita yang nggak pernah sampai ke sungai. Karena di ujungnya, harusnya jadi embung, ditutupi orang, ditutupi bangunan warteg-warteg. Ditambah lagi orang-orang buang sampah ke dalam situ,” jelasnya.
Ahok menyatakan, pihaknya telah membongkar sebagian bangunan liar di atas saluran penghubung yang menghalangi dan mempersempit jalur masuk air. Berapa bangunan dan di wilayah mana saja yang telah dilakukan penataan di atas saluran penghubung, Ahok belum bisa merincinya.
“Karena ini menghambat, ya dengan terpaksa sudah kita bongkar. Yang paling parah saya belum cek. Tapi sesegera mungkin akan saya cek,” kata Ahok.
Selain melakukan itu, sambung Ahok, pihaknya juga saat ini melakukan pengerukan sampah yang menumpuk di sebagian saluran penghubung, agar daya tampung saluran penghubung semakin meningkat.
“Genangan banjir itu kan berpengaruh pada kemacetan lalu lintas. Hujan hanya 15 menit atau setengah jam saja, genangan banjir bisa mengakibatkan kemaceta sampe 2-3 jam. Bayangin saja, di Grogol kemarin, genangan air 2 meter. Ya banjir, nggak lancar lalu lintas kan. Kalau dikeruk, volume daya tampungnya menjadi besar,” terang Ahok. [Liputan6.com]
Ahok.Org – Semrawutnya kabel serta pipa di jalanan Jakarta dikeluhkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurut pria yang akrab disapa Jokowi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memulai menata utilitas itu, meski diakuinya membutuhkan waktu pembangunan 10 tahun.
Jokowi: Bangun “Ducting” di Seluruh Jakarta Butuh Waktu 10 Tahun
“Total pembangunan ducting di Jakarta itu lama, 10 tahunan. Itu cukup sulit ngerjain-nya,” ujar Jokowi di selablusukan-nya meninjau titik genangan di Jalan TB Simatupang, Senin (11/11/2013).
Pembangunan ducting, kata Jokowi, sangat penting. Pertama, untuk menyatukan seluruh kabel serta pipa yang selama ini ada di dekat saluran pembuangan air sehingga keberadaannya mengakibatkan genangan. Kedua, agar tidak terjadi lagi “gali-kubur” dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur Pemprov DKI Jakarta.
“Aturannya itu ditanam 1,3 meter, ini coba lihat, hanya 10 senti saja. Sudah gitu nanti digali, ditambal lagi, rusak deh,” ucapnya.
Jokowi menegaskan, pihaknya harus memulai pembangunan ducting untuk utilitas mulai dari sekarang. Menurutnya, soal penyatuan utilitas, Jakarta tertinggal jauh dari berbagai kota di negara maju dan berkembang yang lain.
“Mulai tahun depan kita bangun ducting. Anggaran ada,” ujarnya.
Jokowi mengaku kesulitan menertibkan kesemrawutan karena kondisi yang ada sudah telanjur. Ia tak mungkin memutus utilitas. Kendati demikian, dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum akan menyurati pemilik utilitas itu, yakni PLN, PT Telkom, PAM, dan PGN, untuk menertibkan semua utilitas tersebut supaya keberadaannya sesuai dengan peraturan.
Selama ini, keberadaan utilitas itu mengganggu jalannya air dari jalan ke selokan. Kondisi ini diperparah dengan adanya sampah. Alhasil, sampah menyangkut di kabel hingga membuat air tersendat. Kondisi itu terjadi di Jalan TB Simatupang, satu dari 27 titik genangan yang didata Dinas PU DKI. [Kompas.com]
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih