"Sudah saya suruh Kadis PU untuk surati," kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2013).
Kabel tersebut seharusnya ditanam sedalam 130 cm. Namun kenyataannya banyak kabel yang justru menyalahi aturan tersebut. Ia pun kebingungan untuk memberikan sanksi pada instansi terkait.
"Dalam pergub sanksinya ada. Itu sanksi itu yang sulit dilakukan. Apa harus diputus?" gugat dengan dahi berkerut.
Karena itu, pemprov DKI akan segera membangun ducting tahun depan untuk menampung kabel listri dan serat optik yang ditanam. Nantinya setiap instansi akan membayar biaya sewa lahan kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Nanti mereka bayar ke kita. Akan kita mulai di kawasan Jakarta Selatan tahun depan," pungkasnya.
Kabel yang tertanam tak jauh dari kantor DPP PAN ini milik PLN dan PT Telkom. Kabel-kabel ini tertanam di saluran air sudah hampir tertutupi sampah dedaunan. Sampah ini akhirnya menghambat aliran air menuju parit yang lebih besar.
Selain kabel yang semrawut, Jokowi turut mempermasalahkan pembangunan fasilitas jalan yang tidak memperhatikan aliran air yang dapat menyebabkan air tergenang hingga ke badan jalan.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih