VIVAnews - Dua pekan terakhir intensitas hujan di Jakarta mulai meningkat. Dampaknya, genangan muncul di mana mana, tak terkecuali di jalan utama Ibu Kota. Kondisi ini pun diakui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
"Kita tahu air genangan akan surut 2-3 jam. Masalahnya nunggu surut yang bikin macet. Jadi nunggu surut setengah jam saja tewas Jakarta," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota Jakarta, Senin 11 November 2013.
Untuk mengatasi itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk satgas gabungan khusus untuk menangani banjir. "Satgas untuk mengawasi lokasi mana saja yang ada genangan," ucapnya.
Satgas ini akan fokus mengawasi 25 titik rawan genangan yang merupakan hasil pemantauan Dinas PU. Salah satunya berada di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah mengecek ke 25 titik genangan itu. Dari pengecekan itu ia menyimpulkan tiga masalah penyebab genangan saat hujan datang.
Penyebab pertama sampah yang menumpuk. Kedua penyempitan saluran air dan ketiga adalah semrawutnya kabel listrik dan optik. Menurut Jokowi, ini melanggar aturan di mana seharusnya kabel dan pipa ditanam di kedalamam 130 sentimeter. Kenyataanya, kabel itu ditanam tidak lebih dari 50 sentimeter.
"Saya minta Dinas Kebersihan dan PU menyelesaikan sampah dan pelebaran dalam dua minggu. Saya minta Dinas Perindustrian dan Energi berkordinasi dengan perusahaan pemilik kabel dan pipa yang mengakibatkan penyumbatan," ucap dia. (eh)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih