Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini berkeliling memantau kondisi kelistrikan di Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Rata-rata listrik di daerah tersebut masih sering mati.
"Saya baru saja dari Kabupaten Wasior di Papua Barat. Baru selesai memberikan sambutan, yang hadir berteriak semua 'lampu, lampu Pak'. Sehari hanya hidup 12 jam. Byar-pet, byar-pet, byar-pet," kata Jokowi saat memberi sambutan di Desa Wamama, Morotai, Maluku Utara, Selasa (5/4/2016).
Jokowi mengatakan, kekurangan listrik terjadi hampir di seluruh provinsi Indonesia. Setiap Jokowi ke daerah, selalu saja ada warga yang mengeluh soal kondisi kelistrikan daerah setempat.
"Saya sampaikan kekurangan listrik kita terjadi tidak hanya di satu provinsi, tapi hampir di semua provinsi. Setiap saya ke daerah pasti keluhannya listrik nomor satu. Hotel tempat saya menginap, industrinya, masyarakatnya pasti keluhannya listrik," jelasnya.
Jokowi menambahkan, minimnya cadangan listrik di Indonesia gara-gara izin pembangunan infrastruktur listrik yang bertele-tele. Bahkan untuk mengurus izin pembangkit listrik saja butuh waktu bertahun-tahun.
"Masalahnya karena izin kita yang bertele-tele, kebanyakan izin. Untuk bangun pembangkit listrik sampai 59 izin, ngurusnya bisa 2, 3, 4, 5 tahun. Baru mengurus izinnya saja," kata Jokowi.
Untuk itu, Jokowi sudah perintahkan izin-izin yang panjang dan bertele-tele ini dipangkas menjadi lebih ringkas.
"Saya baru saja dari Kabupaten Wasior di Papua Barat. Baru selesai memberikan sambutan, yang hadir berteriak semua 'lampu, lampu Pak'. Sehari hanya hidup 12 jam. Byar-pet, byar-pet, byar-pet," kata Jokowi saat memberi sambutan di Desa Wamama, Morotai, Maluku Utara, Selasa (5/4/2016).
Jokowi mengatakan, kekurangan listrik terjadi hampir di seluruh provinsi Indonesia. Setiap Jokowi ke daerah, selalu saja ada warga yang mengeluh soal kondisi kelistrikan daerah setempat.
"Saya sampaikan kekurangan listrik kita terjadi tidak hanya di satu provinsi, tapi hampir di semua provinsi. Setiap saya ke daerah pasti keluhannya listrik nomor satu. Hotel tempat saya menginap, industrinya, masyarakatnya pasti keluhannya listrik," jelasnya.
Jokowi menambahkan, minimnya cadangan listrik di Indonesia gara-gara izin pembangunan infrastruktur listrik yang bertele-tele. Bahkan untuk mengurus izin pembangkit listrik saja butuh waktu bertahun-tahun.
"Masalahnya karena izin kita yang bertele-tele, kebanyakan izin. Untuk bangun pembangkit listrik sampai 59 izin, ngurusnya bisa 2, 3, 4, 5 tahun. Baru mengurus izinnya saja," kata Jokowi.
Untuk itu, Jokowi sudah perintahkan izin-izin yang panjang dan bertele-tele ini dipangkas menjadi lebih ringkas.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih