12 March 2015

Diskusi Ahok vs DPRD Provokatif, Mahasiswa "Walk Out"

JAKARTA, KOMPAS.com - Diskusi yang digelar Ikatan Warga Djakarta (IWARDA) Peduli Indonesia, Kamis (12/3/2015), berakhir antiklimaks. Puluhan mahasiswa yang hadir dalam diskusi tersebut memilih walk out menjelang diskusi berakhir. 

"Antek DPRD! Diskusi ini sudah di-setting," teriak seorang mahasiswa di penghujung diskusi di Hotel Mega Proklamasi Jalan Proklamasi, Menteng-Jakarta. 

Pantauan Kompas.com, diskusi yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB molor hingga satu setengah jam. Bahkan diskusi bertema "Konflik Gubernur DKI Jakarta vs DPRD: Benarkah Hanya Masalah Anggaran Siluman?" itu berjalan berat sebelah. 

Sebab, tiga keynote speaker atau pembicara utama yang diundang absen dan digantikan dengan narasumber yang dianggap peserta diskusi tidak relevan dengan tema. 

"Kita (mahasiswa) itu datang ke sini (acara diskusi), untuk mendapat pembelajaran, bukan doktrin," ujar seorang mahasiswa dari Universitas Esa Unggul. 

"Kalau cuma marah-marah terhadap sikap Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) yang dianggap tidak etis berkomunikasi, apa bedanya dong?" tanya mahasiswi UI. 

Selain akademisi UI dan Esa Unggul, mahasiswi dari Universitas Sahid juga kompak melakukan walk out dari diskusi. 

"Kita ingin tahu ada solusi apa dari kisruh anggaran siluman ini. Tetapi kenyataannya malah menyudutkan pihak lain. Mereka kan orang berpendidikan, seharusnya paham temanya apa," teriak yang lainnya kepada panitia acara. 

Untuk diketahui, Ketiga pembicara yang seharusnya hadir antara lain, Pakar hukum Tata Negara, Refly Harun, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, dan Sekda Provinsin DKI Jakarta, Saefullah, yang diwakilkan Kepala Bappeda Provinsi DKI, Tuty Kusumawati. 

Namun ketiganya digantikan dua narasumber, pakar komunikasi politik Rus Sihombing dan Ketua Umum Forum Pemuda Betawi, Rahmat HS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekecewaan sejumlah mahasiswa dalam diskusi yang digelar Ikatan Warga Djakarta (Iwarda) cukup beralasan. Sebab, diskusi terkait kisruh anggaran siluman itu tidak memiliki substansi sedikit pun dengan temanya.

Adapun tema diskusi itu yakni "Konflik Gubernur DKI Jakarta vs DPRD: Benarkah Hanya Masalah Anggaran Siluman?" itu berjalan berat sebelah.

"Dari awal sampai akhir diskusi yang dibahas hanya soal cara berbicara Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama). Kita ini mahasiswa, generasi penerus bangsa," kata Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta, Tio Sianipar seusai acara diskusi, Kamis (12/3/2015). 

Mahasiswi UI itu meminta peserta mahasiswa lainnya tidak mudah terpancing dengan isu-isu politik seperti itu. Tio juga mengingatkan agar mahasiswa di Jakarta membela pemimpin pro rakyat. 

"Kawan-kawan, jangan terpancing kalau Ahok seperti itu," ujarnya. [Baca: Diskusi Ahok vs DPRD Provokatif, Mahasiswa "Walk Out"]

Sementara itu, salah satu mahasiswi UNJ, Lena, menilai diskusi ini tidak memberikan dampak positif bagi peserta akademisi. Padahal, lanjut Lena, narasumber merupakan orang-orang terpelajar dan tahu menempatkan diri. 

"(Diskusi) Ini sangat tidak mendidik. Padahal Bapak seorang pakar komunikasi politik. Sebenarnya diskusi ini ingin membicarakan Ahok saja atau Ahok vs DPRD?!" kritis Lena. 

Menurut mahasiswa lainnya, Fajri, rekan-rekan mahasiswa tidak berkepentingan atau berpihak terhadap kubu mana pun. Baik pihak ekeskutif mau pun legislatif. Hanya saja, mereka berharap, melalui diskusi tersebut ada temuan solusi agar bisa menyelesaikan masalah. 

"Kan harusnya ada dua pihak, SKPD dan DPRD. Sesuai tema, Ahok va DPRD. Juga harus ada titik terang bukan menjelek-jelekkan orang. Karena itu tidak bermanfaat untuk kita. Kita datang ke sini mau belajar itu kok," ujarnya. 

Untuk diketahui, dua narasumber yang disiapkan Iwarda, hanya berbicara terkait cara bicara yang dianggap tidak etis. Tetapi, sesekali mereka memasukkan bahasan terkait tema meski dengan porsi yang lebih sedikit.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih