13 March 2015

Ahok pasang badan, istri & adik 'diseret' dalam kemelut dengan DPRD

Ahok pasang badan, istri & adik 'diseret' dalam kemelut dengan DPRD
Ahok dan Veronica Tan. ©2014 merdeka.com/arie basuki
Merdeka.com - Di tengah kemelut DPRD dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tiba-tiba muncul sebuah foto yang membuat heboh. Foto yang beredar menampilkan gambar istri Basuki, Veronica Tan dan adiknya Harry Basuki, sedang memimpin rapat yang dihadiri Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sarwo Handayani.

Foto itu sempat membuat heboh. Pasalnya, hal yang tak biasa seorang istri gubernur memimpin rapat di salah satu ruangan. Kalau pun mengadakan rapat PKK, rasanya jarang sekali di lakukan di Balai Kota dan tak perlu mengundang adik Ahok.

Masalah itu segera ditengahi Sarwo. Dia menjelaskan, rapat yang dipimpin oleh Veronica Tan dan Harry Basuki tidak membahas mengenai program kerja Pemprov DKI Jakarta. Yang dibicarakan adalah percepatan revitalisasi Kota Tua. Yani mengatakan, Veronica terpanggil untuk melakukan pembenahan terhadap salah satu warisan sejarah tersebut.

"Bu Veronica ini istilahnya merasa terpanggil saja setelah lihat Kota Tua dan Taman Fatahillah. Dia menyayangkan kok ada fasilitas yang bagus dan terkenal tapi berantakan, banyak kaki lima, trotoarnya jumpalitan, batu-batunya copot-copot," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com.

Sarwo sempat menyayangkan pihak-pihak yang mempermasalahkan niat Veronica Tan untuk penataan Kota Tua ini. Sebab, menurut Yani, hal ini bisa berdampak terhadap SKPD terkait yang dikhawatirkan kembali enggan untuk diajak berdiskusi.

"Makanya saya juga heran kalau kami mau sama-sama menata kok dijadikan permasalahan gitu," katanya.

Sedangkan keberadaan Harry, lanjutnya, untuk memimpin, melainkan memberikan masukan.

"Beliaukan (Harry) ahli wisata terus kasih masukan. 'Kalau mau nata kaki lima sebelah situ jangan sebelah sini'. Terus kami juga ngundang arsitek yang mau nyumbang saran dan ide," jelasnya.
Ahok yang tengah sakit juga mendengar foto yang jadi pergunjingan itu. Saat kembali bekerja kemarin, dia pun membantah ada agenda lain dalam rapat itu.

"Saya bukan orang yang ribut soal kursi atau tempat duduk. Untuk apa sih kursi? Bukan masalah buat saya. Nah ini suatu hal yang biasa. Bahkan ini juga jadi masalah dengan istri saya dan adik saya," ungkap Ahok.

Dia juga mengklaim, penggunaan ruang rapat pimpinan (Rapim) atas perintahnya. Sebab ruang rapat TPUT yang biasanya digunakan sedang penuh.

"Mereka diundang, sama kaya istri bapak diajak ngurusin taman, ruangannya penuh. Ya udah saya suruh pakai ruang rapim, daripada kosong. Saya paling pakai ruang rapim seminggu sekali. Rugi dong kita," tegasnya.

"Adik saya jadi pembicara, ibu Silvi suruh dia duduk di tengah. Terus difoto dikeluarin. Dan ini jadi masalah. Buat kami soal duduk itu enggak jadi masalah. Kalau kursi enggak ada masalah," tambah Ahok.

Meski sudah mendapat penjelasan Sarwo dan Ahok, DPRD yang tengah mengusut pelanggaran dalam APBD DKI 2015 tak puas. Mereka melalui Tim Hak Angket berencana meminta keterangan Veronica.

"Kita akan panggil istrinya Pak Gubernur, konteksnya banyak nanti, bisa dilihat nanti," kata Ketua Tim Angket Ongen Sangaji.

Ongen tak menjelaskan untuk kepentingan apa tim Angket memanggil Veronica. Tak cuma Veronica, Ahok pun turut dijadwalkan untuk dimintai keterangan.

"Istri Ahok dipanggil Senin, kaitannya nanti teman-teman dengar sendirilah. Pokoknya adalah, Ahok Center akan dipanggil juga. Itu kan CSR dananya harus dipertanggungjawabkan, pasti diaudit," kata Ongen.

Lalu bagaimana reaksi Ahok?
Kabar pemanggilan istrinya oleh Tim Angket membuat kuping Ahok panas. Seharusnya tim angket fokus melakukan penyelidikan tentang RAPBD DKI Jakarta 2015. Bukan untuk menyelidiki permasalahan lain di Pemprov DKI Jakarta.

"Angket-angket apaan kalau kaya gitu. Panggil, alasan apa? Masalah apa? Angket anggaran, panggil istri saya dasarnya apa?" protes Ahok.

Ahok mengingatkan, jika memang mau menyelidiki istrinya, maka harusnya dibuat Tim Angket khusus.

"Harusnya bikin panitia angket khusus memanggil istri Gubernur," sindir Ahok.

Walaupun tidak sepakat, mantan Bupati Belitung Timur ini tetap mempersilakan istrinya untuk hadir. Namun, dia mengancam akan melakukan hal sama kepada istri anggota dewan.

"Enggak apa-apa tunggu aja panggil. Saya juga bisa panggil istri-istri anggota DPRD dong," tegasnya.
Panitia hak angket berencana akan memanggil Ahok Center yang diduga menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun bingung dengan pemanggilan ini.
Basuki atau akrab disapa Ahok memastikan tidak pernah ada yang namanya Ahok Center. "Itu Ahok Center lihay ke ujung dunia deh. Dulu nggak ada Ahok Center kok. Mereka (bekas tim sukses) sok-sokan aja pakai nama Ahok Center. Gitu loh. Itu kan tim bantuan masyarakat, mereka menamakan diri Ahok Center gitu," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/3).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, tidak pernah ada dana CSR masuk ke tim tersebut karena Ahok Center bukanlah sebuah organisasi atau yayasan yang legal dan memiliki rekening sendiri.

"Makanya kalau ada anggaran hibah ke Ahok Center berarti ada Ahok Center dong. Kalau nggak ada Ahok Center lo cari deh seluruh BI (Bank Indonesia)," tutupnya sambil tertawa.
Panitia hak angket berencana memanggil istri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan. Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, pemanggilan Veronica Tan harus berkaitan dengan hal yang sedang diselidiki oleh legislatif.

"Kalau tidak datang, bisa minta bantuan dari polisi paksa. Cuma, pihak yang dipanggil itu harus relevan. Tidak boleh memanggil pihak di luar kebutuhan penyelidikan hak angket," jelasnya saat dihubungi, Kamis (12/3) malam.

Refly menambahkan, Veronica Tan bisa mengabaikan pemanggilan jika tidak relevan dengan kasus yang sedang diselidiki. Terlebih lagi apabila pemanggilan tersebut hanya untuk mendapatkan klarifikasi terkait alasan Veronica memimpin rapat dan menggunakan ruang rapat pimpinan.

"Memanggil istri gubernur, harus jelas materinya apa. Kalau tidak relevan tidak perlu dilayani. Kalau terkait CSR, apakah ini sesuai dengan hak angket yang sudah disepakati? Prinsip kekuasaan tidak boleh digunakan sewenang-wenang," tegasnya.

Refly berharap, panitia hak angket harus memperjelas materi yang diangkat dalam penyelidikan. Namun, hak untuk memanggil seseorang jangan disalahgunakan untuk kepentingan lain.

"Bahwa, secara teoritis, panitia boleh saja memanggil pihak yang dianggap tahu. Tetapi tidak boleh memanggil atau memanfaatkan kewenangan panitia angket untuk memanggil pihak yang tidak relevan. Soalnya, angketnya harus jelas. Tidak boleh penyelidikan kasus melebar ke mana-mana. Misalnya Angket Kasus Bank Century, dan itu pun harus diperinci lagi mau menyelidiki apa," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Angket M Sangaji mengatakan akan memanggil istri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan. Namun Sangaji masih belum mengungkapkan hal yang hendak dibicarakan.

"Kami akan panggil istrinya pak gubernur. Konteksnya banyak, nanti bisa dilihat nanti. Setelah itu CSR, SKPD juga, setelah itu Pak Gubernur," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/3).

Rencananya pemanggilan akan dilakukan pada Senin 16 Maret 2015. Ternyata pemanggilan ini terkait dengan foto yang beredar saat Veronica yang memimpin rapat bersama adik Basuki, Harry Basuki di ruang rapat pimpinan.

"Istri Ahok dipanggil senin, kaitannya teman-teman dengar lah. Pokoknya adalah, Ahok Center akan dipanggil juga. Itukan CSR dananya, harus dipertanggungjawabkan. Pasti diaudit," tutupnya.


No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih