12 February 2015

Bos PLN Diminta Jelaskan Soal Kritikan Ahok Sebelum Minta Modal Rp 5 T

//images.detik.com/content/2015/02/12/4/170333_plnpmn.jpg
Jakarta -PT PLN (Persero) hari ini menggelar rapat bersama Komisi VI DPR mengenai permintaan tambahan modal senilai Rp 5 triliun. Sebelum menggelar paparan, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir diminta menjelaskan soal ribut-ribut dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok).

Ahok menuding PLN sebagai penyebab banjirnya kawasan Ring 1 Jakarta, termasuk Istana Negara, karena mematikan listrik di sekitar Waduk Pluit awal pekan ini. Matinya listrik menyebabkan pompa air di Waduk tidak berfungsi.

Di depan Komisi VI DPR, Sofyan menyebut tudingan yang disampaikan Ahok tidak benar. Ahok, kata Sofyan, dinilai tidak memahami kelistrikan.

Dengan sedikit canda, Sofyan menyebut Ahok bukanlah petinggi PLN sehingga kurang paham dalam mengambil kesimpulan tentang listrik dan banjir Jakarta.

"Logika saja, tidak mungkin listrik mati sebabkan banjir, yang ada banjir sebabkan mati listrik. Ya, mungkin karena dia bukan dirut PLN jadi tidak paham," ledek Sofyan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI, DPR Senayan, Kamis (12/2/2015).

Sofyan membenarkan pihaknya sempat melakukan pemadaman listrik selama 2 jam di area Pluit saat banjir Senin kemarin. Pemadaman ini dilakukan untuk mencari jalur distribusi listrik yang aman.

Selain itu PLN mempertimbangkan aspek keselamatan bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Proses tersebut telah mengikuti Standard Operational Procedure (SOP)


"Suka nggak suka, karena jalur distribusi sebelum Pluit tergenang banjir maka Pluit penting untuk dimatikan sementara untuk ubah jalur atau manuver jalur sehingga saat banjir besar W Pluit jalan. Proses manuver diperlukan waktu 2 jam," jelasnya.

Saat banjir kemarin, PLN memang memadamkan gardu listrik 625 unit di seluruh Jabodetabek. Pemadaman dilakukan karena latar belakang risiko.

"Dia (Ahok) ingin agar saat banjir, PLN jalan. Kami sampaikan, kita tidak jalan kalau membahayakan masyarakat," jelasnya.

Ia pun meminta kepada Ahok selaku pimpinan daerah DKI untuk memiliki genset mandiri. Genset ini bisa diaktifkan saat terjadi kondisi darurat.

"Sebaiknya DKI untuk lokasi strategis memiliki genset sendiri. Seperti gedung dan under pass saja punya genset sendiri. Begitu air naik, genset hidup walapun pompa terendam air karena genset ditaruh di atas," ujarnya.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih