Jakarta -Pemerintah akan segera mengumumkan harga dasar bahan bakar minyak (BBM), pada Jumat (16/1/2015). Harga solar subsidi dan premium akan turun.
"Saya kasih bocoran sedikit, pemerintah akan merevisi harga dasar BBM dalam 1-2 hari ke depan, dan akan diumumkan pada Jumat nanti," ujar Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (14/1/2015).
Lewat penetapan harga dasar BBM pada Jumat depan, maka harga premium dan solar di SPBU akan berubah. Tidak perlu menunggu turun harganya pada Februari nanti.
"Ini karena menyikapi terus turunnya harga minyak yang di luar perkiraan kita. Sehingga tidak fair kalau harus menunggu Februari, penurunanya sudah terlalu tajam," ungkapnya.
Sudirman menegaskan, dengan akan direvisinya harga dasar BBM tersebut, harga BBM akan turun. "Harga BBM pasti turun," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Andy Noorsaman Someng memperkirakan harga premium pasti turun berkisar Rp 6.000/liter pada Februari mendatang, melihat penurunan harga minyak saat ini di bawah US$ 50 per barel.
"Kalau lihat harga minyak sekarang ini di bawah US$ 46/barel, harga bensin RON 88 saat ini hanya Rp 6.000/liter," ujar Andy
Andy mengatakan, harga Premium tidak bisa diubah begitu saja. Meski sudah tidak disubsidi, harga Premium tetap ditentukan oleh pemerintah sebulan sekali.
"Perhitungannya kan harga rata-rata minyak tanggal 25-24 bulan sebelumnya. Harga BBM-nya nanti baru turun pada 1 Februari," ucapnya.
Bila harga minyak terus bertahan rendah, Andy menilai bisa saja pada 1 Februari nanti harga Premium turun ke Rp 6.000/liter. Saat ini, harga Premium adalah Rp 7.600/liter.
"Kalau harga minyaknya rata-rata US$ 45/barel, bahkan di bawah itu, harga Premium Februari bisa Rp 6.000/liter," tutup Andy.

"Saya kasih bocoran sedikit, pemerintah akan merevisi harga dasar BBM dalam 1-2 hari ke depan, dan akan diumumkan pada Jumat nanti," ujar Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (14/1/2015).
Lewat penetapan harga dasar BBM pada Jumat depan, maka harga premium dan solar di SPBU akan berubah. Tidak perlu menunggu turun harganya pada Februari nanti.
"Ini karena menyikapi terus turunnya harga minyak yang di luar perkiraan kita. Sehingga tidak fair kalau harus menunggu Februari, penurunanya sudah terlalu tajam," ungkapnya.
Sudirman menegaskan, dengan akan direvisinya harga dasar BBM tersebut, harga BBM akan turun. "Harga BBM pasti turun," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Andy Noorsaman Someng memperkirakan harga premium pasti turun berkisar Rp 6.000/liter pada Februari mendatang, melihat penurunan harga minyak saat ini di bawah US$ 50 per barel.
"Kalau lihat harga minyak sekarang ini di bawah US$ 46/barel, harga bensin RON 88 saat ini hanya Rp 6.000/liter," ujar Andy
"Perhitungannya kan harga rata-rata minyak tanggal 25-24 bulan sebelumnya. Harga BBM-nya nanti baru turun pada 1 Februari," ucapnya.
Bila harga minyak terus bertahan rendah, Andy menilai bisa saja pada 1 Februari nanti harga Premium turun ke Rp 6.000/liter. Saat ini, harga Premium adalah Rp 7.600/liter.
"Kalau harga minyaknya rata-rata US$ 45/barel, bahkan di bawah itu, harga Premium Februari bisa Rp 6.000/liter," tutup Andy.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih