14 January 2015

Jokowi Belum Minta Pengganti Komjen Budi Gunawan

Jakarta - Meski sudah jadi tersangka rekening mencurigakan, Komjen Budi Gunawan tetap mendapat lampu hijau dari Komisi III untuk melaju jadi Kapolri. Di satu sisi, Presiden Joko Widodo juga belum mengeluarkan keputusan untuk menganti nama Budi.

"Kalau beliau (Jokowi) minta, akan kami beri. Kalau kami pada posisi memberi saran dan pertimbangan," ujar Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjiatno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Namun hingga kini, Tedjo mengaku belum mendapatkan perintah untuk mencari pengganti Budi. Segala perkembangan yang terjadi di KPK dan DPR akan terus dilaporkan kepada Jokowi.

‎"Ya itulah makanya itu nanti kami akan menghadap presiden tentunya untuk menyampaikan pertimbangan kepada beliau apa yang harus dilakukan," lanjut Tedjo.

Tedjo mengelak saat didesak apakah Jokowi lebih berat mengganti Budi atau tetap mempertahankan. "Presiden toh yang akan mengambil keputusan," tutupnya.
Anak Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Muhammad Herviano Widyatama, mendapatkan pinjaman uang sebesar USD 5.900.000 atau Rp 57 miliar saat usianya masih 19 tahun pada tahun 2005. Pemberi kredit adalah Pacific Blue International Limited (PBIL), sebuah perusahaan yang berbasis di New Zeland. 

Seperti apa lini bisnis Herviano yang lahir di Jakarta, 30 Desember 1986 itu?

Surat Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri dengan nomor B/1538/VI/2010/ yang ditujukan kepada Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan mencatat sejumlah lini bisnis Herviano. 

Herviano disebut menjalankan bisnis di bidang pertambangan timah dan perhotelan. Saat berusia 21 tahun, dia menjadi salah satu komisaris di dua perusahaan yakni PT Mitra Abadi Berkatindo dan PT Sumber Jaya Indah. Dua perusahaan itu juga yang dijadikan Herviano untuk menjalankan bisnis timah. 

"Bahwa Muhammad Herviano Widyatama di dalam menjalankan bisnis smelter timah, bekerjasama dengan dua perusahaan yaitu PT Mitra Abadi Berkatindo dan PT Sumber Jaya Indah, yang berlokasi di daerah Pangkalpinag, Bangka Belitung," bunyi surat Bareskrim Polri bernomor B/1538/VI/2010/ kepada PPATK yang dikutip detikcom, Rabu (14/1/2015). 

Di bidang perhotelan, Herviano disebut menjadi pimpinan sekaligus penanggung jawab Hotel The Palais Dago, Bandung. Dalam menjalankan bisnis ini dia mendapatkan bantuan modal dari Sintawati yang juga tantenya. 

Selain menjalankan bisnis pertambangan timah dan perhotelan Herviano juga menjalankan bisnis investasi surat berharga. Namun usaha ini tidak berlanjut karena dia justru menderita kerugian hingga Rp 2 miliar

Lini bisnis Herviano lainnya adalah menjalankan bisnis penjualan barang-barang antik milik keluarga. Pada bulan Agustus 2006 dia pernah menjual barang antik berupa cincin seharga Rp 600 juta. Si pembeli melakukan pembayaran ke rekening BCA atas nama Budi Gunawan sebanyak dua termin, masing-masing Rp 300 juta. 

Di hadapan Komisi III DPR RI, Komjen Budi Gunawan mengatakan bahwa semua transaksi keuangan di rekening pribadinya legal dan bisa dipertanggungjawabkan. 

"Benar ada transaksi keuangan dalam rekening saya di mana transaksi itu terkait bisnis keluarga," kata Komjen Budi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2015). 

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih