Sekitar pukul sepuluh pagi, ada seorang pembantu yang datang diantar majikannya. Perempuan itu hendak mengambil kalung dan anting yang dititipkan di rumah Syamsul sebelum ia pindah ke rumah majikan.
Kebetulan saat itu Syamsul dan istrinya, Radika, tidak berada di rumah, sehingga mereka hanya ditemui karyawan CV Maju Jaya, agen penyalur PRT milik Syamsul. Tapi bukan perhiasan yang didapat, melainkan tinju dan sepakan anak buah Syamsul.
Majikan yang mencoba menolong malah ikut dimaki. “Jantung saya mau copot karena takut,” kata Ginah dalam fokus majalah detik edisi 158. “Kok jahat begini orang di yayasan.”
Sejak Ginah tiba di rumah Syamsul sehari sebelumnya, sesama pembantu yang ada di sana menceritakan kengerian mereka. Karyawan CV Maju Jaya, kata mereka, ringan tangan dalam menjaga pekerja yang akan disalurkan.
Bibi Radika, si pemilik rumah sekaligus majikan Anis, menjawab tidak tahu. Tapi, seingat Anis, pada hari nahas itu, 31 Oktober 2014, teman yang meninggal yang biasa dipanggil dengan sebutan Cici itu baru saja disuruh bersih-bersih lantai.
Radika rupanya tidak puas dengan hasil kerja Cici. Istri Syamsul Anwar, bos CV Maju Jaya, agen penyalur PRT, itu pun marah-marah. Anak Radika, Anwar alias Pai, ikut nimbrung.
Tidak ketinggalan Bahtiar Fahlevi alias Bari, keponakan Radika, serta tiga anak buah Syamsul: Fery Syahputra (sopir), Kiki Andika (pekerja), dan Jahir (pekerja). Mereka berlomba menyiksa Cici, memukulinya berkali-kali dengan apa saja yang bisa dipegang, dari sendok sayur, centong nasi yang terbuat dari kayu, sampai kemoceng.
Tidak puas dengan hanya memukul, mereka lantas menyeret Cici ke kamar mandi dan membenamkannya ke dalam bak. Lima laki-laki itu memegang kaki perempuan berusia 54 tahun tersebut dan membenamkan kepalanya ke dalam air.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih