18 February 2015

Tinjau Sodetan Ciliwung, Jokowi: Sekarang yang Penting Kerja!

Tinjau Sodetan Ciliwung, Jokowi: Sekarang yang Penting Kerja!
Jakarta - Presiden Jokowi memilih tak memberi komentar soal KPK dan Polri saat meninjau sodetan Ciliwung bersama Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok. Jokowi sudah menyampaikan keputusannya di Istana Merdeka.

"Urusan banjir saja belum. Di sini urusan banjir yang tadi urusan KPK Polri sudah tadi," ujar Jokowi saat masih berada di Sodetan Kali Ciliwung, Jl DI Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2015).

Berbagai isu memang ditanyakan ke Jokowi. Mulai dari isu Abraham Samad meminta perlindungan Wapres JK, sampai soal penyidik KPK yang terancam dipidana.

"Yang penting sekarang kerja," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Samad dijadikan tersangka atas dugaan pemalsuan dokumen pada 2007 lalu. Seorang perempuan Feriyani Lim memakai nama Samad sebagai kepala keluarga. Samad menegaskan tak kenal dengan Feriyani.

"Berbagai langkah yang akan dilakukan dan insya allah tim hukum saya akan menelaah," kata Samad di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/2) lalu.

Ngebut, Proyek Anti Banjir Sodetan Ciliwung Digarap 24 Jam Non Stop


Ngebut, Proyek Anti Banjir Sodetan Ciliwung Digarap 24 Jam Non Stop
Jakarta -Pemerintah menargetkan proyek anti banjir, yaitu Sodetan Ciliwung bisa rampung dan beroperasi pada Januari 2016. Proyek ini digarap 24 jam non stop.

"Ini kita kerja 24 jam. Ada 2 shift, dari jam 8 pagi sampai jam 6 maghrib. Setelah itu lanjut shift kedua. Kita kejar betul," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono di Kamal, Jakarta Barat, Rabu (18/2/2015).

Basuk menuturkan, proyek ini baru bisa berjalan lagi tahun ini karena terkendala pembebasan lahan. Pihak Pemerintah Provinsi Jakarta akan melakukan pembebasan dengan memberikan uang kerohiman kepada warga.

Pengeboran proyek ini pertama kali dilakukan pada 8 Februari 2015 lalu. Untuk proses pengeboran, ditargetkan rampung paling lambat November 2015.

"Januari tahun depan (beroperasi) masih bisa dikejar," jelas Basuki.

Proyek ini merupakan pembangunan terowongan air sepanjang 1,25 km, yang mengalirkan debit air saat banjir, dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT). Air yang bisa dialirkan 60 meter kubik/detik.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), ditunjuk menjadi pelaksana proyek tersebut. Konsultan supervisi dan manajemen konstruksi masing-masing ditunjuk PT Indra Karya dan PT Yodya Karya. Waktu pelaksanaan proyek ini adalah 25 bulan, dengan nilai kontrak Rp 492,6 miliar.

"Nantinya akan ada‎ 988 pipa yang akan dipasang sepanjang terowongan. Masing-masing pipa panjangnya 2,5 meter, diameternya 4 meter. Saat ini yang sudah terpasang ada 5 buah pipa, dan sekarang dengan kedatangan Pak Presiden ke lokasi kita lakukan pemasangan keenam," tutur Basuki.
(dnl/hen) 

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih