05 February 2015

Temui Jokowi, Menteri Susi: Saya Banyak Didemo dan Banyak yang Marah

//images.detik.com/content/2015/02/05/4/susi1.jpg
Jakarta -Pagi ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor presiden Komplek Istana, Jakarta. Susi bercerita soal banyaknya pihak yang melakukan demo dan protes terhadap kebijakannya.

"Saya laporan ngobrol saja. Saya banyak didemo, banyak yang marah. Itu saja," ujar Susi di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Demo itu terkait kebijakan larang ekspor kepiting bertelur, serta penggunaan alat tangkap pukat atau trawl, termasuk soal moratorium izin tangkap kapal eks asing.

"Trawl itu kan memang tidak boleh dari zaman dulu. Kalau saya hapus aturannya, ya sama saja, mereka tidak akan berani melaut terang-terangan. Karena memang tidak boleh dari zaman dulu," jelas Susi.

Pagi ini, 100 orang yang mengatasnamakan Nelayan Indonesia Menggugat melakukan demo di kantor Susi, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Mereka mendesak Menteri Susi mencabut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Perhentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan NKRI dan Permen KP Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

Namun, berdasarkan penelusuran detikFinance, ternyata tidak semua dari sekitar 100 orang yang berdemo adalah nelayan. Beberapa bahkan sebagian besar mengaku sebagai massa bayaran.

//images.detik.com/content/2015/02/05/4/susidemo.jpg
Jakarta -Hari ini, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jalan Merdeka Timur didemo kurang lebih 100 orang yang mengatasnamakan Nelayan Indonesia Menggugat.

Mereka mendesak Menteri Susi mencabut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Perhentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan NKRI dan Permen KP Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

Berdasarkan penelusuran detikFinance, ternyata tidak semua dari sekitar 100 orang yang berdemo adalah nelayan. Beberapa bahkan sebagian besar mengaku sebagai massa bayaran.

"Saya bukan nelayan mas, dari Jalan Tanah Tinggi No. 11 Jakarta. Rumah saya di kawasan Pasar Senen. Diundang saja soalnya dibayar Rp 30.000 sama makan siang," kata pria berinisial T kepada detikFinance, Kamis (5/02/2014).

Selain itu, pendemo lain yang berinisial P juga menyatakan hal yang sama. Ia mengaku bukan nelayan dan hanya diundang dan dibayar Rp 30.000 plus makan siang oleh koordinator demo.

"Rumah saya di Keramat Raya sana. Kumpul tadi pagi di Menteng. Dibayar Rp 30.000 dan makan siang," katanya.

Pendemo lainnya yang berinisial I, mengaku dirinya adalah nelayan asal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia tidak tahu sama sekali tujuannya berdemo di kantor Menteri Susi siang ini

"Kalau saya nelayan asli mas dari Priok. Nggak tahu ini diajak saja. Saya sih masih bisa berlayar," katanya.

Sementara Direktur Eksekutif Pemantau Layanan Publik dan Otoritas Penyelenggara Negara (LSM Pelopor) Maraul S Hasibuan mengklaim pendemo yang hadir mayoritas berasal dari nelayan Maluku.

"Nelayan hanya perwakilan dari Maluku saja. Nelayan Muara Baru nggak hadir, ini dari Maluku saja. Ini merugikan masyarakat nasional. Kami mengambil sikap yang merugikan masyarakat, anak buah kapal dan pengusaha yang mencari nafkah," kata Maraul di lokasi demo.

Pendemo datang sekitar pukul 10.45 WIB, dengan berbagai spanduk dan gambar-gambar yang memperlihatkan foto Menteri Susi bertaring. Kegiatan mereka sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur ke Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih