Salah seorang saksi, Kusriana yang merupakan komandan dari Satuan Pengendali Massa (Dalmas) Polda Metro Jaya membeberkan kronologis kejadian. Kusriana yang mengaku telah 4 kali mengamankan demo FPI, tak menyangka akan terjadi bentrokan antara massa dengan aparat.
"Biasanya aman-aman saja. Waktu itu nggak tahu ada apa, tiba-tiba saat (orator) dari atas mobil komando bilang '4 langkah untuk reformasi. 2 langkah maju', ternyata yang maju langsung batu," urainya dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2015).
Kusriana melanjutkan, setelah itu batu-batu beterbangan dari arah massa ke arah polisi. Ia yang mengira demo tersebut hanya aksi damai, kaget dan tak sempat menghindar.
"Saya sempat menghalau massa agar tidak lempar batu. Tapi suasana tidak kondusif. Sayapun kena dan berdarah," katanya.
Karena terdesak massa, ia terus mundur dan meminta pasukannya yang berjaga di luar untuk masuk ke dalam halaman DPRD DKI Jakarta. Peristiwa tersebut menurutnya hanya berlangsung sekejap. Pihaknya langsung menembakkan gas air mata.
"Sekejap sekali peristiwanya. Mungkin sekitar 10 menit. Kita dorong pakai gas (air mata), mungkin mereka juga sudah kehabisan batu, langsung bubar ke arah Tugu Tani," katanya.
Saat itu tak ada seorangpun anggota FPI yang diamankan. Sebab menurut Kusriana, pasukannya sibuk melakukan pertolongan pertama karena banyak yang terluka.
"Pada saat itu tidak ada yang ditangkap, karena kita sendiri cari pengobatan dulu," kata pria yang tinggal di Tangerang, Jawa Barat ini.
Aksi demo anarkis tersebut terjadi pada tanggal 3 Oktober 2014 lalu di depan DPRD DKI Jakarta. 18 Orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. 2 Orang di antaranya, yaitu Habib Novel Bamukmin dan Habib Shabbudin didakwa sebagai otak kerusuhan.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih