"Sudah siap (bukti). Nanti koordinasi dengan Pak Sekda," kata Djarot, saat ditemui dalam peresmian SPBU-LGV di Gandaria, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2015).
Djarot pun mempersilakan DPRD mengajukan hak angket. Menurut dia, Pemprov DKI akan membuka diri terkait penyelidikan dari Dewan. "Apa pun yang ditanya dan dia selidiki, kita siap," ujar Djarot.
Dalam sidang paripurna pengajuan hak angket, DPRD DKI sepakat akan mengajukan hak angket kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Dari 106 anggota DPRD DKI, 91 di antaranya kompak menyetujui pengajuan hak tersebut. Hak angket diajukan karena Ahok dianggap melakukan pelanggaran serius menyerahkan APBD 2015 tanpa persetujuan DPRD.
Berdasarkan daftar hadir, tercatat 88 anggota yang tanda tangan. Ada tiga orang yang terlihat hadir di ruang rapat, tetapi tak menandatangani daftar hadir. Ketiganya adalah para wakil ketua, masing-masing Triwisaksana, Abraham Lunggana, dan Ferrial Sofyan.
Rapat dihadiri oleh semua jajaran pimpinan DPRD. Selain Prasetyo, Triwisaksana, Lulung, dan Ferrial, hadir pula Mohammad Taufik.
Djarot pun mempersilakan DPRD mengajukan hak angket. Menurut dia, Pemprov DKI akan membuka diri terkait penyelidikan dari Dewan. "Apa pun yang ditanya dan dia selidiki, kita siap," ujar Djarot.
Dalam sidang paripurna pengajuan hak angket, DPRD DKI sepakat akan mengajukan hak angket kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Dari 106 anggota DPRD DKI, 91 di antaranya kompak menyetujui pengajuan hak tersebut. Hak angket diajukan karena Ahok dianggap melakukan pelanggaran serius menyerahkan APBD 2015 tanpa persetujuan DPRD.
Berdasarkan daftar hadir, tercatat 88 anggota yang tanda tangan. Ada tiga orang yang terlihat hadir di ruang rapat, tetapi tak menandatangani daftar hadir. Ketiganya adalah para wakil ketua, masing-masing Triwisaksana, Abraham Lunggana, dan Ferrial Sofyan.
Rapat dihadiri oleh semua jajaran pimpinan DPRD. Selain Prasetyo, Triwisaksana, Lulung, dan Ferrial, hadir pula Mohammad Taufik.
Pada momentum ke-100 hari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memimpin Jakarta, komunikasi politik pria yang biasa disapa Ahok itu dinilai masih buruk, termasuk komunikasi terhadap pejabat-pejabat eselon yang ada di bawahnya.
"Komunikasi Ahok ke bawah sangat buruk, semua juga tahu," ujar pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, Kamis (26/2/2015).
Menurut Agus, komunikasi yang buruk tersebut terlihat dengan seringnya Ahok menunjukkan kemarahannya kepada bawahannya di muka umum. Misalnya, saat berbicara ke media dengan nada tinggi soal ketidakpuasannya terhadap kinerja bawahannya.
Alhasil, rekaman video Ahok marah-marah pun beredar di situs YouTube. "Marah-marah Ahok kepada bawahannya tak perlu diunggah di YouTube, kan? Itu hanya membuat orang marah atau minimal menjadi bersikap masa bodoh karena selalu dimarahi," kata Agus.
Sikap Ahok yang emosional, kata Agus, akan membuat bawahannya tidak nyaman untuk bekerja. Apalagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) bermasalah, maka semangat bekerja bawahan Ahok bisa hilang.
Namun, sikap Ahok yang memberikan sanksi tegas bagi pejabat eselon yang berkinerja buruk patut diapresiasi. Misalnya, dengan memberikan ancaman kepada pejabat eselon untuk distafkan saat kinerjanya buruk.
"Itu ide bagus, tetapi pendekatannya tentu harus cantik karena itu menyangkut harga diri seseorang di sistem birokrasi," ujar Agus.
"Komunikasi Ahok ke bawah sangat buruk, semua juga tahu," ujar pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, Kamis (26/2/2015).
Menurut Agus, komunikasi yang buruk tersebut terlihat dengan seringnya Ahok menunjukkan kemarahannya kepada bawahannya di muka umum. Misalnya, saat berbicara ke media dengan nada tinggi soal ketidakpuasannya terhadap kinerja bawahannya.
Alhasil, rekaman video Ahok marah-marah pun beredar di situs YouTube. "Marah-marah Ahok kepada bawahannya tak perlu diunggah di YouTube, kan? Itu hanya membuat orang marah atau minimal menjadi bersikap masa bodoh karena selalu dimarahi," kata Agus.
Sikap Ahok yang emosional, kata Agus, akan membuat bawahannya tidak nyaman untuk bekerja. Apalagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) bermasalah, maka semangat bekerja bawahan Ahok bisa hilang.
Namun, sikap Ahok yang memberikan sanksi tegas bagi pejabat eselon yang berkinerja buruk patut diapresiasi. Misalnya, dengan memberikan ancaman kepada pejabat eselon untuk distafkan saat kinerjanya buruk.
"Itu ide bagus, tetapi pendekatannya tentu harus cantik karena itu menyangkut harga diri seseorang di sistem birokrasi," ujar Agus.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih