JAKARTA, KOMPAS.com — Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi mengungkapkan kekesalannya karena merasa tidak mendapat dukungan anggaran terkait program kerjanya. Padahal, dirinya dituntut untuk kerja cepat untuk mengurus wilayahnya.
"Katanya wali kota disuruh kerja kenceng, tapi giliran sudah kenceng enggak didukung sama anggarannya. Kayak tahun 2014, banyak programnya tak berjalan seperti penataan RPH Babi, peninggian jalan, serta pemindahan makam Kampung Apung ke Tegal Alur," ujar Anas kepada wartawan, Selasa (13/1/2015).
Ia berharap para pemilik wewenang terkait anggaran, seperti Badan Perencana Pembanguan Daerah (Bappeda), Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), lebih selektif meloloskan anggaran pada 2015 ini.
"Harus selektif mana yang paling mendesak diloloskan. Kayak Kampung Apung, itu mendesak soalnya sudah bertahun-tahun warga terendam. Terus RPH babi, segera dioperasikan jangan ditunda-tunda lagi," kata Anas.
Dirinya juga mengatakan, jika meminta bangunan di bantaran kali ditertibkan, Pemprov harusnya segera membangun rusun dalam jumlah banyak. Ia mengaku selalu berbenturan dengan instansi lain saat akan melakukan programnya.
"Misal penertiban kali, kami tertibkan buat dibangun jalan inspeksi, tapi rusunnya belum jadi. Kami jadi bingung buat relokasi warganya," ucap Anas.
Anas berharap anggaran yang kembali diajukan pihak Pemkot Jakarta Barat yang sudah mendesak tak kembali dicoret oleh Pemprov DKI. "Mudah-mudahan pengajuan kembali kegiatan tahun lalu di 2015 ini bisa terealisasi, jangan dicoret kembali oleh Pemprov DKI Jakarta," tuturnya. (Wahyu Tri Laksono)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih