JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah taman di wilayah Jakarta Utara yang selama ini tidak terurus diokupasi pedagang. Dengan hanya memiliki luas ruang terbuka hijau 2-3 persen dari luas wilayah sekitar 154 kilometer persegi, taman yang tak terurus ini semakin mengurangi ruang interaksi masyarakat di Jakarta Utara.
Taman Karapan Sapi, yang terletak di sisi Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Selasa (13/1), misalnya, dipenuhi rumput dan semak setinggi 60 sentimeter.
Taman seluas 9.000 meter persegi ini diokupasi pedagang makanan serta usaha cuci kendaraan dan barang rongsokan.
Padahal, taman yang mencakup tiga RW di Kelurahan Tanjung Priok ini, menurut Sekretaris Lurah Tanjung Priok Hilda Damayanti, adalah yang terbesar dari empat taman yang terdapat di wilayahnya.
”Namun, selama beberapa tahun ini tidak tersentuh. Akibatnya, dihuni pedagang,” kata Hilda. Namun, pembersihan dan penataan taman mulai dilakukan. Pendataan terhadap 55 pedagang yang berada di lahan itu juga telah dilakukan.
Meski tidak sama persis, kondisi itu juga terjadi di Taman Rawa Badak Utara dan Taman Stasiun. Pedagang terlihat berada di sisi taman tersebut.
Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara Agustin Pujiastuti mengatakan, taman-taman di Jakarta Utara sedang dalam pendataan ulang. Sebab, dari 129 taman yang ada, taman yang tidak terurus dan diokupasi pedagang belum terdata jelas.
”Taman Karapan Sapi, misalnya, untuk tahun ini memang tak ada anggaran pemeliharaan. Jadi, kami harus mendata untuk memasukkan taman-taman itu untuk dipelihara,” kata Agustin.
Pemerintah Kota Jakarta Utara juga akan meningkatkan koordinasi dengan satpol PP dalam penjagaan taman. Dengan demikian, usaha memperbanyak jumlah ruang terbuka hijau di kota itu bisa saling mendukung.
Pada 2014, tiga usulan taman yang direncanakan dibangun di Jakarta Utara tak terealisasi. Hal itu terjadi karena permasalahan pembebasan lahan yang belum selesai.
Manfaatkan CSR
Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengatakan, pembangunan dan pemeliharaan taman harus dilakukan. Untuk menyiasati anggaran yang tersedia, pihaknya akan memanfaatkan bantuan dana sosial perusahaan (CSR).
”Taman-taman yang tidak terurus akan kami kembalikan fungsinya sebagai taman yang benar- benar taman. Anggarannya masih kami kaji, yang mana bisa menggunakan APBD, kemudian yang tidak tercakup akan diusulkan melalui CSR,” ujar Rustam.
Sementara itu, korban meninggal akibat tertimpa pohon tumbang di Kebun Raya Bogor bertambah satu orang, yaitu Ahmad Saefulloh. Ahmad meninggal Selasa kemarin setelah dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika Bogor. Total korban meninggal akibat kejadian tersebut enam orang.
Para korban yang meninggal itu umumnya luka berat di bagian kepala. Mereka tertimpa batang pohon damar (Agathis borneensis) di Jalan Astrid, Kebun Raya Bogor, Minggu (11/1).
Doni Darussalam dari Bagian Humas Kebun Raya Bogor mengatakan, pengelola kebun raya sudah mengucapkan belasungkawa dan datang ke rumah duka untuk memberikan santunan kepada keluarga korban. (DEA/JAL)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih