01 January 2015

Presdir AirAsia Klarifikasi Kabar Pilot Positif Narkoba dan Kaitan dengan QZ8501

Surabaya - Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko menggelar jumpa pers di Crisis Center di Mapolda Jawa Timur. Namun yang disampaikannya tidak ada kaitannya dengan hilangnya pesawat AirAsia QZ8501.

Melainkan, ingin mengklarifikasi kabar salah satu pilot AirAsia diketahui positif narkoba usai menjalani tes dengan sistem acak yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.

"Saya ingin klarifikasi bahwa terkait berita di televisi, bahwa salah satu pilot kami dalam random tes yang dilakukan oleh kementerian perhubungan. Hasilnya positif dan konsekuensinya nggak boleh terbang," ujar Sunu Widiyatmoko, Kamis (1/1/2014).

Sunu membenarkan hasil tes tersebut. Namun, pihaknya berharap agar dilakukan tes lanjutan yang lebih detail dengan kerjasama BNN dan Rumah Sakit Ketergantungan obat.

"Untuk klarifikasi hasilnya dan pemeriksaan lebih detail," tuturnya.

Ia menerangkan, dari hasil interview yang dilakukan pihaknya, pilot yang sudah bekerja di AirAsia selama 9 tahun dan menjadi salah satu pilot senior serta memiliki track record baik tersebut baru rawat inap sakit tipes selama 26-29 Desember. Katanya, sampai saat ini yang bersangkutan masih mengkonsumsi obat jalan.

"Dalam tes narkoba ini, biasa obat batuk flu dapat memberikan hasil positif, tapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kami optimis hasilnya nanti negatif," tandasnya.

Staf Khusus Kemenhub M Djuraid mengatakan pilot AirAsia rute Cengkareng-Denpasar diduga positif morfin. Dirut AirAsia Sunu Widyatmoko mengatakan pilot itu baru keluar dari RS dan mengkonsumsi obat yang hasilnya bisa positif narkoba. Apa respons Kemenhub?

"Dari tim Balai Kesehatan Penerbangan melakukan pemeriksaan, positif morfin, akan kita buktikan lagi pada pemeriksaan lanjutan di Balai Kesehatan Penerbangan di Jakarta," jelas Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (1/1/2014) tentang pernyataan Dirut AirAsia Sunu Widyatmoko bahwa pilot yang diduga positif tersebut mengkonsumsi obat batuk flu. 

Djuraid mengatakan Kemenhub melalui Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub dan Inspektur Kelaikan Udara Kemenhub melakukan pemeriksaan acak pada para pilot di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pemeriksaan dilakukan untuk pilot baik yang dari Denpasar atau tiba di Denpasar. 

Kemudian didapatkan pilot AirAsia berinisial FI yang baru mendarat dengan pesawat AirAsia QZ 7510 rute Cengkareng-Denpasar dari pukul 06.00 WIB dan mendarat pukul 08.50 Wita, yang dites dan diindikasikan positif morfin.

"Selanjutnya yang bersangkutan tidak diizinkan terbang. Karena dia akan terbang lagi dengan QZ 7511 Denpasar-Cengkareng. Dia akan mengalami pemeriksaan lebih lanjut di Balai Kesehatan Penerbangan di Jakarta," jelas Djuraid.

Sebelumnya, Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko menggelar jumpa pers di Crisis Center di Mapolda Jawa Timur. Namun yang disampaikannya tidak ada kaitannya dengan hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Melainkan, ingin mengklarifikasi kabar salah satu pilot AirAsia diketahui positif narkoba usai menjalani tes dengan sistem acak yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.

"Saya ingin klarifikasi bahwa terkait berita di televisi, bahwa salah satu pilot kami dalam random tes yang dilakukan oleh kementerian perhubungan. Hasilnya positif dan konsekuensinya nggak boleh terbang," ujar Sunu Widiyatmoko, Kamis (1/1/2014).

Sunu membenarkan hasil tes tersebut. Namun, pihaknya berharap agar dilakukan tes lanjutan yang lebih detail dengan kerjasama BNN dan Rumah Sakit Ketergantungan obat.

"Untuk klarifikasi hasilnya dan pemeriksaan lebih detail," tuturnya.

Ia menerangkan, dari hasil interview yang dilakukan pihaknya, pilot yang sudah bekerja di AirAsia selama 9 tahun dan menjadi salah satu pilot senior serta memiliki track record baik tersebut baru rawat inap sakit tipes selama 26-29 Desember. Katanya, sampai saat ini yang bersangkutan masih mengkonsumsi obat jalan.

"Dalam tes narkoba ini, biasa obat batuk flu dapat memberikan hasil positif, tapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Kami optimis hasilnya nanti negatif," tandasnya.

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih