PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Memasuki hari kelima pencarian jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501, jumlah jenazah yang telah diterima RSUD Imanuddin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah hingga kini sudah mencapai enam jenazah.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas tiga orang laki-laki dan tiga orang perempuan. "Jenis kelaminnya tiga orang laki-laki dan tiga orang perempuan," kata Direktur RSUD Imanuddin Suyuti Syamsul, Kamis (1/1/2015).
Ia menjelaskan, dari enam jenazah yang telah diterima, dua di antaranya telah dibawa ke Surabaya, Jawa Timur, Rabu (31/12/2014) kemarin, sedangkan empat jenazah lainnya baru saja diberangkatkan ke Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, untuk diterbangkan ke Surabaya dengan menggunakan pesawat Hercules C-130.
Suyuti menambahkan, pihaknya hanya melakukan proses identifikasi standar dengan mengecek hal-hal yang menonjol yang terdapat pada tubuh jenazah. "Seperti mengukur tinggi badan, identifikasi ciri meninjol, dan jenis kelamin, jadi hal yang sangat umum," katanya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang penumpang pesawat AirAsia QZ8501 bernama Yonatan Sebastian (13) ternyata anak cerdas yang hobi komputer dan menyukai elektronika. Pelajar kelas VIII SMP Charis National Academy Malang itu baru saja membuat fanpage pada Facebook.
Ia juga baru membuat situs pribadi www.yonatansebastian.com pada 22 Desember 2014, sebelum tragedi memilukan di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu (28/12/2014) pagi itu terjadi. [Baca: Kevin Alexander Soetjipto, Penumpang AirAsia QZ8501 yang Cerdas dan Pandai 3 Bahasa]
Dalam situsnya itu Yonatan terlihat serius menatap layar laptopnya. Situs pribadinya memuat artikel yang berhubungan dengan hobinya seperti membuka file PDF tanpa eror, mengubah gambar menjadi kartun, sistem hidrolis, dan lainnya.
Laman Facebooknya juga dibanjiri ucapan belasungkawa dari teman-temannya. Seorang temannya, Sherly A, mengaku tak percaya teman sejak kecil itu menjadi korban AirAsia QZ8501.
Sherly pun bertestimoni. "Kami sudah kenal sejak SD, dia selalu ikut camp dan rajin ke gereja."
Sherly mengenang Yonatan sebagai anak yang cerdas nan mudah bergaul. Terakhir kali Sherly bertemu Yonatan sekitar sepekan sebelum tragedi di akhir itu terjadi, tepatnya Selasa (23/12/2014).
Yonatan adalah anak semata wayang pasangan Samuel Joyo Sentoso dan Kartika Dewi Sukianto. Yonatan dan kedua orangtuanya berangkat ke Singapura untuk mengisi liburan sekolah yang kemudian menjadi liburan akhir tahun terakhirnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih