Surabaya - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim mengimbau agar keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 berkumpul di Crisis Center di Mapolda Jawa Timur. AirAsia pun mendukungnya dan sudah menyiapkan hotel bagi keluarga penumpang.
"Kita mendukungnya dan sudah dibicarakan bersama di Terminal 2 Juanda bersama Bu Risma (Walikota Surabaya) dan Direktur Angkasa Pura," ujar Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widiyatmoko kepada wartawan di Crisis Center Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (31/12/2014).
2 Jenazah sudah diidentifikasi post mortem di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Berkumpulnya keluarga penumpang di Crisis Center Polda Jatim untuk memudahkan koordinasi dan pencocokkan data ante mortem dan post mortem.
"Memang harapannya semakin banyak disini, lebih ideal," terangnya.
Ketika ditanya kesiapan penginapan bagi keluarga penumpang apabila berkumpul semua di Crisis Center Polda Jatim, Sunu memastikan tidak akan ada masalah. "Sudah disiapkan di Hotel Santika Jemursari," tandasnya.
Dentuman yang didengar oleh Rahmat (44), nelayan yang melaut di sekitar Pulau Senggaro rupanya bertautan dengan saksi lain. Adalah Hartono (36) yang juga nelayan dan melihat detik-detik AirAsia QZ8501 menghilang.
Sama seperti Rahmat, Hartono melaut di hari Minggu (28/12) kelabu itu. Saat itu cuaca sangat buruk menurut penuturan Hartono yang melaut di Tanjung Pandan.
"Ombak sangat tinggi. Saya tidak berani terus melaut dan memilih ke pulau. Waktu lihat matahari baru terbit, saya lihat ada pesawat terbang rendah. Jadi kelihatan besar sekali ke arah Tanjung Puting," ungkap Hartono pada sebuah dermaga di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014).
Tak heran jika hanya pesawat terbang saja, bagi Hartono di wilayah ini sudah banyak pesawat melintas. Meski kali itu dia melihat pesawat yang terbang lebih rendah.
"Agak lama saya lihat, itu kok agak miring ke kiri pesawatnya. Habis itu dia belok ke kiri malah ke arah laut," imbuh dia.
Padahal pesawat yang biasa melintas itu biasanya lurus. Tapi apalah dia bagi dirinya, Hartono berpikir nelayan hanya mengerti urusan angkat jaring saja.
"Setelah itu awan makin gelap, semua kabut, dan hujan deras. Pesawat itu hilang ke dalam kabut dan saya tidak lihat lagi," tutur bapak tiga anak ini.
Tak terlintas dalam benak dia bahwa itu adalah pesawat yang akan dicari-cari. Hanya hujan reda saja yang dinantinya untuk kemudian meneruskan upaya menafkahi keluarga yang tinggal di Pantai Umang.
"Besok hari (Senin) saya pulang. Saya tonton berita dan rupanya pesawat yang saya lihat itulah AirAsia. Tidak lama kemudian petugas datang dan bertanya-tanya ke saya yang kebetulan jadi saksi," pungkas dia.
Pagi ini tim search and rescue kembali menemukan 3 jasad penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12) lalu. Tiga jenazah tersebut terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2014). Jasad perempuan yang ditemukan pagi ini diketahui memakai seragam pramugari. Berikut kronologinya:
Pukul 06.06 WIB: Satu jenazah laki-laki ditemukan.
Pukul 06.45 WIB: Satu jenazah perempuan berseragam pramugari ditemukan.
Pukul 06.56 WIB: Satu jenazah laki-laki kembali ditemukan.
Jenazah tersebut akan dibawa ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, untuk dilakukan perawatan. Jika sudah selesai, akan langsung dibawa ke Surabaya, Jawa Timur.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih