26 October 2014

Susi Pudjiastuti: Saya Tidak Bisa Disuap

//images.detik.com/content/2014/10/26/4/225122_susi2.jpg
Jakarta - Susi Pudjiastuti menegaskan dirinya akan memegang amanah yang diberikan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ia dengan tegas akan menjaga integritas sebagai seorang pejabat negara.

"Saya tidak bisa disuap," kata Susi dalam acara konferensi pers di Hotel Hyatt Jakarta, Minggu (26/10/2014).

Untuk urusan pekerjaan sebagai menteri, Susi akan berusaha keras memajukan industri perikanan Indonesia. Pengalaman selama 33 tahun sebagai pelaku industri perikanan dan maskapai akan dipakai untuk mengembangkan perikanan dan kelautan di Indonesia.

"Saya 33 tahun dunia di perikanan dan dengan bisnis penerbangan. Saya juga bangun network yang sangat besar. Itu saya padukan untuk jadi kekuatan," jelasnya.

Susi mengaku akan mengikuti penugasan dan perintah Jokowi untuk memajukan sektor perikanan dan kelautan Indonesia. "Saya siap selesaikan. Saya tunggu Pak Jokowi berikan arahan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Susi bercerita tentang latar belakang dirinya. Ia mengaku kerap dipanggil 'orang gila' karena latar belakang pedidikan formalnya serta aksinya di dunia bisnis. Susi tidak menamatkan pendidikan Sekolah Menegah Atas (SMA) namun mampu berkarya di dunia usaha selama 33 tahun.

"Saya nggak berpendidikan dibandingkan kebanyakan anggota kabinet. Saya pikir, saya boleh klaim kalau saya seorang profesional. Saya kerja 33 tahun dengan baik. Saya telah buktikan," kata Susi.

Meski telah resmi menjadi pejabat negara, Susi enggan dipanggil sebagai pejabat atau menteri. "Don't call me Bu Menteri," jelasnya.

Ia mengaku pernah ditahan pada 1982 karena melakukan aksi golput alias tidak memilih dalam Pemilu. "Saya pernah ditahan tahun 1982 karena golput," jelasnya.

Berikut ini latar belakang Susi:

Karir:
1. Direktur Utama PT. ASI Pudjiastuti (Marine).
2. Direktur Utama PT. ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).
3. Direktur Utama PT. ASI Pudjiastuti Flying School (Susi Flying School)
4. Direktur Utama PT. ASI Geosurvey.
5. Dewan Penasihat (HNSI, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia).
6. Aktivis Independen Lingkungan.
7. Ketua Komisi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah KADIN.

Pendidikan:
1979 – 1981 SMAN 1 Yogyakarta (tidak lulus).
1976 – 1979 SMPN 1 Pangandaran.
1970 – 1976 SDN 8 Pangandaran.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menilai kondisi perikanan di Indonesia sangat ironis. Luas wilayah Indonesia 70% laut, namun kesejahteraan para nelayan belum optimal.

"Kondisi perikanan di Indonesia sangat ironis, sangat menyedihkan. Kita seperti tikus mati di lumbung padi," kata Susi kepada wartawan dalam konferensi pers di Hotel Hyatt Jakarta, Minggu (26/10/2014).

Pendiri maskapai Susi Air ini memberi contoh, dengan luas wilayah laut terbesar se-Asia Tenggara, ekspor perikanan Indonesia tertinggal dari Thailand dan Vietnam.

"Lebih besar dari Thailand tapi untuk ekspor kita kalah dari Thailand. Itu alasan saya ambil pekerjaan (sebagai menteri)," jelasnya.

Dengan pengalaman 33 tahun di industri perikanan, Susi berjanji akan mengubah kondisi ini. Ia berkomitmen menjadikan sektor perikanan sebagai devisa terbesar mengalahkan migas.

"Seharusnya Indonesia menjadi terbesar dari sisi laut untuk penyumbang devisa. Ini bisa sumber devisa terbesar dari migas. Ini bisa, kalau ini dikelola secara ramah lingkungan. Saya coba kelola dengan cara bisnis," paparnya.

Ia mencontohkan wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya di Jawa Barat, setiap tahun mampu menghasilkan devisa dari ekspor produk ikan sebesar US$ 15 juta.

"Garis pantai sampai Tasikmalaya sampai 45 km persegi dengan devisa US$ 15 juta. Kita ada 85.000 km persegi. Itu lebih banyak," jelasnya.
(feb/hen) 

No comments:

Post a Comment

http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih